Kedudukan Muslim yang Berakhlak Itsar


Kedermawanan itu mulia dan Allah Swt mencintai para dermawan, tapi ada derajat yang lebih tinggi dari kedermawanan yaitu Itsar, perilaku atau sifat yang lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri.


Dalam salah satu munajatnya Nabi Musa a.s. berkata kepada Tuhannya: "Ya Rabb, perlihatkan kepadaku derajat-derajat Muhammad saw dan umatnya!"


Allah Swt berfirman kepadanya: "Wahai Musa, sesungguhnya engkau tidak akan mampu untuk itu. Akan tetapi Aku akan perlihatkan kepadamu satu kedudukan dari kedudukan-kedudukan Muhammad yang agung dan besar yang dengan kedudukan itu Aku melebihkannya atasmu dan atas seluruh makhluk-Ku".


Allah Swt menyingkapkan bagi Musa a.s. malakut langit hingga Musa melihat kedudukan yang dimaksud itu.


Musa a.s. terkesima menyaksikan cahaya-cahaya kedudukan itu dan kedekatannya dengan Allah azza wa jalla.


Musa bertanya, "Ya Rabb, bagaimana Muhammad bisa mencapai kemuliaan ini?"


Allah azza wa jalla menjawab: "Dengan akhlak khusus yang ia miliki di antara para makhluk-Ku, yaitu ITSAR (lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya).


Wahai Musa! Tidak ada seorang pun yang datang kepada-Ku dan ia pernah mengamalkan

Itsar itu walau hanya satu waktu dari umurnya, kecuali Aku malu untuk menghisabnya dan Aku akan menempatkannya di surga mana yang ia inginkan".


Mizanul Hikmah 1/16; Tanbihul Khawathir 1/173