Menghidupkan Kecintaan pada Alquran dengan Khataman di Bulan Ramadan


Bulan Ramadan merupakan bulan digelarnya jamuan Ilahi, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah saw, “Bulan Ramadan adalah bulan saat kalian diundang pada jamuan Ilahi, dan menjadikan kalian sebagai salah satu pemilik kehormatan yang dianugerahkan Allah.”


Dapat dikatakan bahwa jamuan Ilahi itu merupakan jamuan maknawi yang khusus diperuntukkan bagi para tamunya dan menjadi sumber penyempurnaan maknawi yang terjadi dalam kehidupan manusia sepanjang bulan yang agung tersebut. Ini adalah jamuan terbuka untuk semua Mukmin yang menginginkan berkah agung yang tersedia dalam jamuan tersebut.


Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menghidupkan bulan ini. Di antara yang banyak diriwayatkan dalam hadis adalah membaca ayat suci Alquran, bersedekah, memberikan jamuan berbuka puasa kepada sesama Muslim, memperbanyak salat sunah, dan lain sebagainya.


Di antara amalan sunah tersebut, membaca Alquran dengan mengkhatamkannya selama satu bulan adalah yang juga masyhur di kalangan masyarakat Muslim yang memang sudah menjadi tradisi. Dengan memperbanyak bacaan Alquran ini akan menumbuhkan dan menambah kecintaan kita terhadapnya. Bukan hanya sekadar membaca dan mengkhatamkannya, tetapi kita diperintahkan untuk menyelami maknanya, serta men-tadaburinya. Di bulan nan agung ini juga Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

Suatu hari salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. “Wahai Rasulullah, berapa lama aku sebaiknya membaca Alquran?” Beliau saw menjawab, “Khatamkanlah dalam satu bulan.”


Sayyidina Muhammad Baqir berkata, “Segala sesuatu memiliki musim semi, dan musim seminya Alquran adalah bulan Ramadan.”


Diriwayatkan juga pada suatu Ali bin Abi Hamzah menemui Sayyidina Jafar Shadiq dan berkata kepadanya, “Jadikan aku sebagai tebusanmu! Apakah aku boleh membaca Alquran hanya semalam pada bulan Ramadan?”


Beliau bersabda, “Tidak.”


Dia berkata lagi, “Apakah selama dua malam?”


Beliau berkata, “Tidak.”


Kembali dia bertanya, “Apakah selama tiga malam?”


Beliau berkata, “Ini dia —seraya memberi isyarat dengan tangannya.”


Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abu Muhammad, Ramadan memiliki hak dan kehormatan yang tidak dapat ditandingi bulan-bulan yang lain. Dulu para sahabat Nabi Muhammad saw membaca Alquran dalam waktu sebulan atau kurang. Alquran itu dibaca tidak dengan tergesa-gesa tetapi dengan tartil. Ketika kalian membaca ayat yang menyebutkan surga, hendaklah segera berhenti dan mintalah surga kepada Allah Swt. Dan ketika kalian membaca ayat yang menyebutkan neraka, hendaklah kalian segera berhenti dan berlindunglah kepada Allah dari neraka.”