Menghidupkan Malam-malam Ramadan


Ramadan adalah bulan yang penuh dengan keutamaan, segala amal perbuatan baik akan dihitung sebagai ibadah dan pahalanya akan dilipatgandakan. Kaum muslimin di seluruh dunia secara gegap gempita meningkatkan kualitas ibadahnya pada bulan ini.


Ya, bulan ini sangat dihormati oleh kaum muslimin dan memiliki kedudukan khusus. Ibadah terpenting pada bulan ini adalah berpuasa di siang hari, dan menghidupkan malam-malamnya dengan membaca Alquran, berdoa, ber-istighfar, memberi ifthar (buka puasa) dan menolong orang-orang yang membutuhkan.


Di antara kurang lebih 30 hari Ramadan, terdapat satu malam yang bobotnya sama dengan 1000 bulan yaitu Lailatul Qadar. Adapun terkait dengan mengapa malam ini dinamakan dengan malam Qadar terdapat beberapa alasan, diantaranya;


- Sebagian ulama berpendapat karena pada malam ini takaran dan ukuran para hamba tentang hal-hal yang akan terjadi selama setahun akan ditentukan, maka malam ini dinamakan Malam Qadar.


- Sekelompok lainnya juga meyakini bahwa: Alasan penamaan, kemuliaan dan kadar tingginya malam ini.


Sayyidina Muhammad Baqir berkata, “Di setiap tahun pada malam ini (Lailatul Qadar), takdir setiap manusia ditulis untuk setahun mendatang.” Allamah Thabathabai jug berkata: "Maksud dari Qadr adalah takdir dan ukuran. Dan pada malam ini Allah Swt telah menentukan urusan-urusan seperti kehidupan, kematian, rezeki, kebahagiaan dan kesengsaraan seluruh manusia."


Di antara amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam Ramadan dalam riwayat banyak dinukil tentang amalan-amalan dan ragam ibadah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada bulan yang mulia ini, yaitu dengan memperbanyak membaca Alquran, melakukan salat sunah, memberikan sedekah, i'tikaf, membaca doa-doa yang dianjurkan seperti; Doa Iftitah dan lain sebagainya.