Para Nabi Versus Pemimpin Zalim

Diperbarui: 31 Mei 2021


Dalam sejarah, telah dihadirkan model-model penguasa dan pemimpin untuk dijadikan contoh dan pelajaran bagi umat manusia. Ada banyak contoh dalam Alquran untuk dijadikan ibrah. Contoh pemimpin yang sangat layak dijadikan kepemimpinan adalah Nabi Muhammad. Seluruh hidupnya diabdikan bagi seluruh umat manusia yang dipimpinnya, demi keselamatan dan kemaslahatannya di dunia hingga di akhirat. Alquran juga mengisahkan contoh model pemimpin yang tidak patut dicontoh karena kezalimannya seperti kisah kepemimpinan Firaun.


Allah Swt berfirman: Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash: 4)

Sepanjang sejarahnya, peradaban manusia senantiasa ada pemimpin dari kalangan mustaktabarin. Tetapi Allah juga menurunkan hujahnya dengan mengutus utusan-Nya untuk membela mereka yang terzalimi. Menjadi salah satu tugas para nabi adalah untuk melawan kekuatan taghut, seperti Fir’aun, Namrud, dan kafir Quraish. Berikut contoh kisah beberapa Nabi Allah Swt yang harus berhadapan dengan para penguasa zalim.


Nabi Ibrahim dan Raja Namrud

Nabi Ibrahim as harus berhadapan dengan seorang raja Babilonia, Namrud. Beliau as dengan tegas menolak untuk tunduk dan menyembah patung berhala. Hingga suatu ketika terjadilah perdebatan tentang ketuhanan setalah sebelumnya Namrud curiga akan keterlibatan Ibrahim as atas penghancuran patung-patung sesembahan kaumnya. Perdebatan antara Namrud dan Ibrahim as terjadi karena Ibrahim menolak Namrud dan klaimnya yang tidak masuk akal. Dalam debat tersebut, Ibrahim as rupanya menjawab pertanyaan atau keberatan, berkata kepada Namrud, Tuhannya adalah orang yang memberi hidup dan menyebabkan kematian. Akan tetapi, Namrud menjawab dia memberi hidup dan menyebabkan kematian dengan mengaanggap dirinya setara tuhan.


Akhirnya Namrud kalah dalam berdebat hingga membuatnya murka, kemudian memerintahkan pasukannya untuk menghukum Nabi Ibrahim as dengan cara dibakar hidup-hidup. Nabi Ibrahim as diikat dan ditempatkan pada tumpukkan kayu dan dibakar dengan api yang menyala tinggi. Namun Ibrahim as tidak terbakar sama sekali oleh api dan membuat heran Namrud. Nabi Ibrahim as pun keluar dari kobaran api tanpa luka sedikit pun. Kemudian mereka berpaling dari berhala dan menjadi umat Nabi Ibrahim AS dan kembali ke jalan Allah Swt.


Nabi Musa as dan Raja Firaun

Nabi Musa as diutus oleh Allah untuk Bani Israil di Mesir. Kisah Nabi Musa as ini diabadikan dalam Alquran. Selain untuk menyelamatkan kaumnya dari kekafiran, Musa juga diutus untuk menyadarkan penguasa Mesir saat itu, yakni Firaun yang menahbiskan dirinya sebagai tuhan. Kesombongan dan kekejaman Firaun itu membuat masyarakat Mesir takut dan tunduk kepadanya. Sewaktu kecil Musa as dalam asuhan keluarga Firaun, setelah dewasa Musa diperintahkan oleh Allah untuk menyadarkan Firaun.


Musa as datang kepada Firaun dengan membawa risalah dari Allah. Tetapi Firaun menolak dengan congkak seruan kebenaran dari Nabi Musa, bahkan dia mentahbiskan dirinya sebagai tuhan. Allah kemudian menurunkan mukjizat-mukjizat melalui tangan Nabi Musa untuk menghadapi sihir Firaun.


Meski kalah, Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya mendustakan semua mukjizat itu, ia terus menyombongkan diri terhadapnya, sehingga pada akhirnya Allah menimpakan azab kepada mereka dengan menenggelamkan ke dasar laut setelah dibelah oleh Nabi Musa.


Nabi Isa dan Pemuka Yahudi

Nabi Isa as diturunkan ke tengah-tengah Bani Israil untuk mengembalikan mereka ke jalan ketauhidan. Namun kaum Yahudi yang cenderung kepada kejahatan dan kesesatan, bahkan banyak melakukan pembunuhan terhadap para nabi Allah, seperti Nabi Zakaria as dibelah badannya dan Nabi Yahya as dipenggal kepalanya, juga menganggap Nabi Isa as sebagai orang yang juga harus dibunuh karena telah menggoyahkan kedudukan istimewa mereka di tengah masyarakat yang telah berhasil ditipunya.


Para Rabi Yahudi membujuk raja Herodes untuk melakukan pengejaran terhadap Isa as dan menangkapnya. Isa as berhasil ditangkap dan hendak disalibkan. Namun Allah menolong nabinya dan mengangkatnya ke surga. Pasukan raja Herodes menangkap seorang murid Nabi Isa yang disamakan rupanya oleh Allah dan kemudian dialah yang disalib. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi Isa masih hidup hingga kini dan akan Kembali diturunkan ke bumi ketika kemunculan al-Imam Mahdi.


“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi afs): “Kemarilah dan imamilah salat kami”. Ia menjawab: “Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad).