BAB I

Amalan dan Doa Ramadhan

Doa Ketika Melihat Hilal Ramadhan

Dianjurkan untuk membaca doa di bawah ini ketika melihat hilal Ramadhan, sembari dalam keadaan menghadap ke kiblat:

 

رَبِّي وَرَبُّكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِاْلاَمْنِ وَاْلاِيْمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَاْلاِسْلاَمِ، وَالْمُسَارَعَةِ اِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَهْرِنَا هَذَا، وَارْزُقْنَا خَيْرَهُ وَعَوْنَهُ، وَاصْرِفْ عَنَّا ضُرَّهُ وَشَرَّهُ وَبَلاَءَهُ وَفِتْنَتَهُ

 

Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah Tuhan alam semesta. Ya Allah, munculkanlah ia atas kami dengan membawa keamanan, keimanan, keselamatan dan bergegas menuju kepada apa Yang Kaucintai dan ridai. Ya Allah, berkahi kami di bulan Ramadhan ini, anugerahkan pada kami kebaikan dan pertolongannya, singkirkan dari kami bahaya, kejahatan, malapetaka dan fitnahnya.

 

Amalan Malam-Malam Ramadhan

  1. Membaca doa Abu Hamzah al-Tsimali

  2. Membaca doa setiap selesai shalat fardhu (lihat Doa Setelah Shalat di Bulan Ramadhan)

  3. Membaca doa Iftitah (lihat Mafatih Al-Jinan hal 121-129)

  4. Membaca Al-Quran

  5. Disunnahkan mandi pada setiap malam Ramadhan, khususnya di akhir malamnya

  6. Berbuka dengan makanan yang halal

  7. Sunnah mendahulukan shalat Maghrib sebelum berbuka puasa

  8. Membaca doa ma’sur berbuka puasa (lihat Doa Berbuka Puasa)

  9. Memberi makan untuk berbuka kepada orang yang puasa

  10. Mengeluarkan sedekah kepada orang miskin ketika berbuka puasa

  11. Memperbanyak membaca Al-Quran di dalam shalat sunnah

  12. Melakukan shalat sunnah dua rakaat

  13. Melakukan shalat sunnah 1000 rakaat selama bulan Ramadhan

  14. Membaca doa pengampunan pada setiap malam Ramadhan

  15. Membaca doa haji Imam Ja’far al-Shadiq (lihat Doa Haji di Bulan Ramadhan)

  16. Membaca doa menjadi orang shaleh (lihat Doa Menjadi Orang Shaleh)

 

Amalan Waktu Sahur

  1. Disunnahkan untuk mengakhirkan waktu makan sahur hingga menjelang waktu shubuh

  2. Sunnah membaca surat al-Qadr

  3. Membaca doa “Ya Mafza’i ‘inda Kurbaty” (Lihat Doa Perlindungan)

 

Amalan Siang Hari Ramadhan

  1. Membaca doa pengampunan (lihat Doa Pengampunan Dosa)

  2. Membaca doa ijabah (lihat Doa Permohonan Ijabah)

  3. Membaca shalawat Nabi saw setiap hari sebanyak 100 kali

  4. Membaca tasbih berikut setiap hari sebanyak 100 kali

سُبْحَانَ الضَّارِّ النَّافِعِ، سُبْحَانَ الْقَاضِي بالْحَقِّ، سُبْحَانَ الْعَلِيِّ الاَعْلىَ، سُبْحَانَهُ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَهُ وَتَعالَى

   Maha Suci Tuhan Pemilik bencana dan manfaat, Maha Suci Dzat yang memutuskan segala sesuatu dengan benar. Maha Suci Dzat yang Maha Tinggi, Maha Suci Dia yang untuk-Nya segala pujian, Maha Suci Dia lagi Maha Tinggi.

Disunnahkan setiap hari mengeluarkan sedekah (Imam Ali Zainal Abidin mengeluarkan sedekah setiap hari sambil mengucapkan La’ally Ushiba Lailatul Qadr) 

 

Amalan Hari Pertama Ramadhan

  1. Mandi di air yang mengalir dan menuangkan air di atas kepala sebanyak 30 kali dengan menggunakan telapak tangan. Hal ini dapat memberikan perlindungan terhadap seluruh penyakit sepanjang tahun.

  2. Membasuh wajah dengan air bunga, supaya kita terselamatkan dari kehinaan dan kesusahan. Begitu juga menuangkannya sedikit di kepala supaya kita terjaga dari penyakit semi gila pada tahun itu.

  3. Ziarah ke makam Imam Husein

  4. Melakukan shalat awal bulan sebanyak dua rakaat, kemudian bersedekah.

  5. Melakukan shalat dua rakaat, rakaat pertama setelah Fatihah membaca surat al-Fath, rakaat kedua, membaca surat bebas. Dengan ini, Allah Swt akan menjauhkan semua keburukan dari kita dari tahun itu dan kita akan berada dalam penjagaan-Nya hingga tahun mendatang.

  6. Membaca doa Jausyan Kabir

  7. Membaca doa setelah fajar terbit )lihat Doa Waktu Fajar di Bulan Ramadhan)

  8. Membaca doa malam pertama ramadhan (lihat Doa Ma’tsurah Malam Pertama Ramadhan)

  9. Membaca doa pertama malam ramadhan yang diajarkan Rasulullah (lihat Doa Rasulullah Malam Pertama Ramadhan)

  10. Membaca doa Shahifah Sajjadiyah ke 44, jika kita belum membacanya pada malam harinya

  11. Membaca doa Imam Musa Al-Kazhim.

Doa Ma’tsurah Malam Pertama Ramadhan

اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ مُنَزِّلَ الْقُرْآنِ، هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي اَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرْآنَ، وَاَنْزَلْتَ فِيْهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ. اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَهُ، وَاَعِنَّا عَلَى قِيَامِهِ. اَللَّهُمَّ سَلِّمْهُ لَنَا وَسَلِّمْنَا فِيْهِ وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا فِي يُسْرٍ مِنْكَ وَمُعَافَاةٍ، وَاجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِي وَتُقَـدِّرُ مِنَ اْلاَمْرِ الَْمَحْتُومِ وَفِيْمَا تَفْرُقُ مِنَ اْلاَمْرِ الْحَكِيْمِ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِي لاَ يُرَدُّ وَلاَ يُبَدَّلُ، اَنْ تَكْتُبَنِي مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمُ، الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمُ، الْمَغْفُوْرِ ذُنُوبُهُمُ، الْمُكَفَّرِ عَنْهُمْ سَيِّئَاتُهُمْ، وَاجْعَلْ فِيْمَا تَقْضِي وَتُقَدِّرُ اَنْ تُطِيْلَ عُمْرِي وَتُوَسِّعَ عَلَيَّ مِنَ الرِّزْقِ الْحَلاَلِ

 

Wahai Pemilik Bulan Ramadhan, dan Yang telah menurunkan Al-Quran pada bulan ini. Engkau telah menurunkan Al-Quran di dalamnya, dan Engkau telah menurunkan pula ayat-ayatnya sebagai penjelas atas petunjuk dan pembeda antara yang hak dan bathil. Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kekuatan untuk menunaikan puasa di dalamnya, dan bantulah kami untuk menghidupkan malam-malamnya. Ya Allah terimalah ibadah puasa Ramadhan kami dan selamatkanlah kami di dalamnya. Berilah kami kemudahan dan kesehatan di dalamnya. Jadikanlah pada kekuatan dan ketetapan-Mu yang abadi dan dalam ketetapan takdir-Mu, yang Engkau lakukan secara bijak di malam al-Qadr sebagai ketetapan yang tidak dapat diubah dan diganti, agar Engkau catatkan daku tergolong orang yang berkesempatan menunaikan haji ke Baitullah al-Haram bersama orang-orang yang hajiinya mabrur, sa’inya diterima, segala dosanya diampuni dan seluruh kesalahannya dihapuskan. Jadikanlah dalam ketentuan dan ketetapan takdir-Mu, agar Engkau panjangkan umurku dan Engkau luaskan rezekiku dengan rezeki yang halal.

 

Doa Rasulullah Malam Pertama Ramadhan

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي اَكْرَمَنَا بِكَ اَيُّهَا الشَّهْرُ الْمُبَارَكُ. اَللَّهُمَّ فَقَوِّنَا عَلَى صِيَامِنَا وَقِيَامِنَا، وَثبِّتْ اَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. اَللَّهُمَّ اَنْتَ الْوَاحِدُ فَلاَ وَلَدَ لَكَ، واَنْتَ الصَّمَدُ فَلاَ شِبْهَ لَكَ، وَاَنْتَ الْعَزِيْزُ فَلاَ يُعِزُّكَ شَيْءٌ، وَاَنْتَ الْغَنِيُّ وَاَنَا الْفَقِيْرُ، وَاَنْتَ الْمَوْلَى وَاَنَا الْعَبْدُ، وَاَنْتَ الْغَفُوْرُ وَاَنَا الْمُذْنِبُ، وَاَنْتَ الرَّحِيْمُ وَاَنَا الْمُخْطِئُ، وَاَنْتَ الْخَالِقُ وَاَنَا الَْمَخْلُوْقُ، وَاَنْتَ الْحَيُّ وَاَنَا الْمَيِّتُ، اَسْاَلُكَ بِرَحْمَتِكَ اَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي، وَتَجَاوَزَ عَنِّي اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan kami denganmu wahai bulan pembawa berkah. Ya Allah, karuniakan pada kami dalam menuanaikan puasa dan qiyamul layl-nya, teguhkanlah kaki kami (di jalan-Mu), dan tolonlah kami dalam menghadapi orang-orang kafir. Ya Allah, Dikaulah Yang Tunggal dan tiada berayah. Engkau Maha Esa maka tiada anak bagi-Mu, Engkau Tempat Bergantung (setiap makhluk) yang tanpa sandingan. Engkau Mahaagung, Yang tiada sesuatupun dapat menyamai keagungan-Mu. Engkau kaya sementara kami papa. Engkaulah pemimpin sementara kami budak. Engkau Pemberi ampunan, sementara kami pembuat dosa. Engkau Maha Pengasih, semntara kami pembuat kesalahan. Engkau Khalik (pencipta) sementara kami adalah makhluk (ciptaan). Engkau hidup abadi sementara kami (akan) menjadi bangkai. Daku memohon dengan perantaraan rahmat-Mu, agar Engkau maafkan segala dosaku dan Engkau kasihi daku. Sungguh Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

 

Doa Waktu Fajar di Bulan Ramadhan

اَللّهُمَّ قَدْ حَضَرَ شَهْرُ رَمَضانَ، وَقَدِ افْتَرَضْتَ عَلَيْنَا صِيَامَهُ، وَاَنْزَلْتَ فِيْهِ الْقُرآنَ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتِ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، اَللّهُمَّ اَعِنّاعَلَى صِيَامِهِ، وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا وَتَسَلَّمْهُ مِنّا وَسَلِّمْهُ لَنا فِي يُسْرٍ مِنْكَ وَعَافِيَةٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Ya Allah, telah tiba bulan Ramadhan dan telah Engkau wajibkan atas kami berpuasa, serta Engkau telah menurunkan Al-Quran di dalamnya sebagai petunjuk dan penjelas bagi (jalan) petunjuk dan pembeda. Ya Allah, tolonglah kami untuk melaksanakan puasa, kabulkanlah ia dari kami, dan serahkanlah ia kepda kami dalam kemudahan dari-Mu dan afiat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Doa Berbuka Puasa

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ

Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya dengan rezeki-Mu aku berbuka puasa, dan hanya kepada-Mu aku bertawakal.

Atau membaca doa berbuka puasa yang diajarkan Imam Ali bin Abi Thalib as.

 بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا وَعَلَى رِزْقِكَ اَفْطَرْنَا فَتَقَبَّلْ مِنَّا اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Dengan nama Allah, karena Engkau kami berpuasa, dan dengan rezeki pemberian-Mu kami berbuka. Ya Allah, terimalah puasa kami. Karena sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan lagi Maha Melihat.

Setelah berbuka hendaknya bersedekah dan memberi makan kepada orang-orang yang berpuasa ketika waktu berpuasa tiba meskipun dengan sebutir kurma atau seteguk air.

Rasulullah saw bersabda : “Sesiapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa pahalanya dikurangi sedikitpun dan akan memperoleh seperti pahala kebajikan yang dilakukannnya karena energi yang diperolehnya dari makanan itu.”

Doa Setelah Sholat di Bulan Ramadhan

يَا عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ يَا غَفُوْرُ يَا رَحِيْمُ، أَنْتَ الرَّبُ العَظِيْمُ الَّذِيْ لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْئٌ، وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ وَهَذاَ شَهْرٌ عَظَّمْتَهُ وَكَرَّمْتَهُ وَشَرَّفْتَهُ وَفَضَّلْتَهُ عَلىَ الشُّهُوْرِ وَهُوَ الشَّهْرُ الَّذِيْ فَرَضْتَ صِيَامَهُ عَلَيَّ، وَهُوَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ فِيْهِ اْلقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَاْلفُرْقََانِ وَجَعَلْتَ فِيْهِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ وَجَعَلْتَهَا خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، فَيَاذَا الْمَنِّ وَلاَيُمَنُّ عَلَيْكَ مُنَّ عَلَيَّ بِفَكَاكِ رَقَبَتِيْ مِنَ النَّارِ فِيْمَنْ تَمُنُّ عَلَيْهِ، وَأَدْخِلْنِي الْجَنَّةَ، بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن.    

Wahai yang Mahatinggi, Wahai Yang Mahaagung, Wahai Yang Maha Pengampun, Wahai Yang Maha Pengasih. Engkau adalah Pemilik keagungan, yang tidak ada seorangpun dapat menyamai-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Inilah bulan yang telah Engkau agungkan dan muliakan, serta Engkau istimewakan atas bulan-bulan lainnya. Suatu bulan yang Engkau wajibkan daku berpuasa di dalamnya. Itulah bulan Ramadhan, yang telah Engkau turunkan Al-Quran di dalamnya, sebagai petunjuk bagi segenap manusia dan penjelas atas petunjuk dan pembeda antara yang hak dan bathil. Engkau telah menurunkan di dalamnya Lailatu al-Qadr, sebagai malam yang lebih agung dari seribu bulan. Wahai Dzat Pemberi anugerah, yang tidak ada lagi pemberi anugerah selain-Mu. Anugerahilah daku keselamatan dari siksa neraka, sebagaimana telah Engkau karuniakan kepada selainku. Masukkanlah daku ke dalam surga, dengan kasih sayang-Mu, Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

 

اَللَّهُمَّ أَدْخِلْ عَلىَ أَهْلِ الْقُبُوْرِ السُّرُوْرِ، اَللَّهُمَّ أَغْنِ كُلَّ فَقِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَشْبِعْ كُلَّ جَائِعٍ، اَللَّهُمَّ اقْضِ دَيْنَ كُلِّ مَدِيْنٍ، اَللَّهُمَّ اكْسُ كُلَّ عُرْيَانٍ، اَللَّهُمَّ فَرِّجْ عَنْ كُلِّ مَكْرُوْبٍ، اَللَّهُمَّ رُدَّ كُلَّ غَرِيْبٍ، اَللَّهُمَّ فُكَّ كُلَّ أَسِيْرٍ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ كُلَّ فَاسِدٍ مِنْ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ اشْفِ كُلَّ مَرِيْضٍ، اَللَّهُمَّ سُدَّ فَقْرَنَا بِغِنَاكَ، اَللَّهُمَّ غَيِّرْسُوْءَحَالِنَا بِحُسْنِ حَالِكَ، اَللَّهُمَّ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الفَقْرِ إِنَّكَ عَلىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

Ya Allah. Anugerahkanlah kebahagiaan kepada para penghuni kubur. Ya Allah, berikanlah kekayaan kepada semua orang fakir. Ya Allah, kenyangkanlah semua yang lapar. Ya Allah, berikanlah pakaian kepada semua yang telanjang. Ya Allah, tunaikanlah semua hutang orang yang berhutang. Ya Allah, lapangkanlah setiap yang kesusahan. Ya Allah, dekatkanlah setiap yang jauh. Ya Allah bebaskanlah semua yang tertawan. Ya Allah, perbaikilah semua kerusakan dalam urusan kaum muslimin. Ya Allah, sembuhkanlah setiap yang sakit. Ya Allah, tutupilah kemiskinan kami dengan kebaikan keadaan-Mu. Ya Allah tunaikanlah hutang-hutang kami dan bebaskanlah kami dari kemiskinan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.

 

Doa Haji di Bulan Ramadhan

اَللّهُمَّ اِنّي اَسْاَلُكَ اَنْ تَجْعَلَ فِيْمَا تَقْضِي وَتُقَدِّرُ مِنَ الاَمْرِ الَْمَحْتُوْمِ فِى الاَمْرِ الْحَكْيمِ، مِنَ الْقَضَاءِ الَّذِي لاَ يُرَدُّ وَلاَ يُبَدَّلُ اَنْ تَكْتُبَني مِنْ حُجَّاجِ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، الْمَبْرُوْرِ حَجُّهُمْ، الْمَشْكُوْرِ سَعْيُهُمْ ،الْمَغْفُوْرِ ذُنُوبُهُمْ،اَلْمُكَفَّرِعَنْ سَيِّئَاتِهِمْ، وَأَنْ تَجْعَلَ فِيْمَا تَقْضِي وَتُقَدِّرُ، اَنْ تُطِيْلَ عُمْرِي في خَيْرٍ وَعَافِيَةٍ، وَتُوَسِّعَ فِيْ رِزْقِي، َوَتَجْعَلَنِيْ مِمَّنْ تَنْتَصِرُ بِهِ لِدِيْنِكَ وَلا تَسْتَبْدِلْ بِي غَيْرِي

Ya Allah, Sungguh aku memohon kepada-Mu pada ketetapan yang Engkau tentukan dan putuskan secara bijak sebagai ketetapan yang tidak dapat diubah dan diganti oleh siapapun, agar Engkau catatkan daku termasuk orang-orang yang (berkesempatan) menunaikan ibadah haji ke Baitullah Al-Haram beserta orang-orang yang mabrur hajinya, diterima sa’inya, diampuni dosa-dosanya serta dihapus segala kesalahannya. Demikian pula, jadikanlah pada ketentuan dan ketetapan-Mu, supaya Engkau panjangkan usiaku dalam kebaikan dan kesehatan dan Engkau luaskan rezekiku dan termasuk golongan orang-orang yang membela agama-Mu dan janganlah Engkau jadikan daku sebaliknya.

 

Doa Menjadi Orang Shaleh

اَللَّهُمَّ بِرَحْمَتِكَ فِي الصَّالِحِيْنَ فَاَدْخِلْنَا، وَفِي عِلِّيّينَ فَارْفَعْنَا، وِبَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مِنْ عَيْنٍ سَلْسَبِيْلٍ فاَسْقِنَا، وَمِنَ الْحُوْرِ الْعَيْنِ بِرَحْمَتِكَ فَزَوِّجْنَا، وَمِنَ الْوِلْدَانِ الُْمخَلَّدِيْنَ كَاَنَّهُمْ لُؤْلُؤٌ مَكْنُونٌ فَاَخْدِمْنَا، وَمِنْ ثِمَارِ الْجَنَّةِ وَلُحُوْمِ الطَّيْرِ فَاَطْعِمْنَا، وِمِنْ ثِيَابِ السُّنْدُسِ وَالْحَريرِ وَالاِسْتَبْرَقِ فَاَلْبِسْنَا، وَلَيْلَةَ الْقَدْرِ وَحَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَقَتْلاً في سَبيْلِكَ فَوَفِّقْ لَنَا، وَصَالِحَ الدُّعَاءِ وَالْمَسْأَلةِ فاسْتَجِبْ لَنَا، وَاِذَا جَمَعْتَ الاَوَّلِيْنَ وَالَاخِرِيْنَ يَوْمَ الْقِيامَةِ فاَرْحَمْنَا وَبَرَاءَةً مِنَ النَّارِ فَاكْتُبْ لَنَا، وَفِي جَهَنَّمَ فَلَا تَغُلَّنَا، وَفِي عَذَابِكَ وَهَوَانِكَ فَلا تَبْتَلِنَا، وَمِنَ الزَّقُّوْمِ وَالضَّرِيعِ فَلا تُطْعِمْنَا، وَمَعَ الشَّيَاطِيْنِ فَلا تَجْعَلْنَا، وَفِي النّارِ عَلى وُجُوهِنا فَلا تَكْبُبْنَا، وَمِنْ ثِيابِ النّارِ وَسَرَابِيْلِ الْقَطِراَنِ فَلَا تُلْبِسْنَا، وَمِنْ كُلِّ سُوْءٍ يَا لَا اَلهَ إلاّ اَنْتَ بِحَقِّ لاَ اِلَهَ إلاّ اَنْتَ فَنَجِّنَا

Ya Allah, masukkanlah kami dengan kemurahan-Mu ke dalam golongan orang-orang yang shaleh, dan masukkanlah kami ke dalam surge Illiyin (surga yang tinggi). Berilah kami minum dengan air yang mengalir dari mata air Salsabil. Nikahkanlah kami dengan rahmat-Mu kepada bidadari-bidadari surga yang bermata jelita. Layanilah kami di dalamnya dengan anak-anak muda yang tetap belia, bagaikan mutiara yang terpelihara dengan baik. Berilah kami makan dengan buah-buahan surga dan daging burung yang kami perlukan. Pakaikanlah kepada kami busana yang terbikin dari sutra yang halus dan tipis. Anugerahkanlah kepada kami keberhasilan memperoleh keutamaan malam Aal-Qadr, kesempatan menunaikan ibadah haji ke Baitullah al-Haram dan meraih kesyahidan di jalan-Mu. Kabulkanlah semua permohonan dan tuntutan kami ini.

Santunilah kami ketika kami bergabung bersama orang-orang yang shaleh pada hari kiamat, baik yang terdahulu maupun yang terkemudian. Gabungkanlah kami beserta orang-orang yang terbebas dari siksa api neraka. Janganlah Engkau belenggu kami di dalam neraka Jahannam, dan janganlah Engkau timpa kami dengan siksa-Mu. Janganlah Engkau beri kami makanan dari pohon Zaqqum yang penuh duri. Janganlah Engkau kenakan pada kami pakaian yang dijahit dengan api neraka. Selamatkanlah kami dari segala keburukan, demi hak-Mu Wahai Dzat yang tiada Tuhan selain Engkau.

 

Doa Pengampunan Dosa

اَللَّهُمَّ رَبَّ شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي اَنْزَلْتَ فِيهِ الْقُرْآنَ، وَافْتَرَضْتَ عَلَى عِبَادِكَ فِيهِ الصِّيَامَ، اُرْزُقْنِيْ حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ فِي هَذَا الْعَامِ وَفِي كُلِّ عَامِ، وَاغْفِرْ لِيَ الذُّنُوبَ الْعِظَامَ فَاِنَّهُ لاَ يَغْفِرُهَا غَيْرُكَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

Wahai Pemilik bulan Ramadhan, Yang telah menurunkan Al-Quran dan mewajibkan hamba-hamba-Nya untuk berpuasa di dalamnya. Anugerahilah daku haji yang mabrur, pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Ampunilah segala kesalahanku yang banyak, karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain Engkau. Wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.

 

Doa Perlindungan

يَا مَفْزَعِي عِنْدَ كُرْبَتِي، وَيَا غَوْثِي عِنْدَ شِدَّتِي اِلَيْكَ فَزِعْتُ، وَبِكَ اسْتَغَثْتُ، وَبِكَ لُذْتُ لاَ اَلُوذُ بِسِوَاكَ وَلاَ اَطْلُبُ الْفَرَجَ إلاَّ مِنْكَ، فَاَغِثْنِي وَفَرِّجْ عَنِّي، يَا مَنْ يَقْبَلُ الْيَسِيْرَ، وَيَعْفُو عَنِ الْكَثِيْرِ، اِقْبَلْ مِنِّي الْيَسِيْرَ وَاعْفُ عَنِّي الْكَثِيْرَ، اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

Wahai Pelindungku dalam dukaku. Wahai Penolongku dalam deritaku. Kepada-Mu aku berlindung, kepada-Mu aku memohon pertolongan, kepada-Mu aku berlindung bukan kepada selain-Mu. Aku hanya berharap kebahagiaan dari-Mu. bantulah daku dan bahagiakan daku.

Wahai Yang Menerima orang yang sedikit amalnya dan memaafkan orang yang banyak dosanya, terimalah aku orang yang sedikit amalnya dan maafkan aku orang yang besar dosanya. Sesungguh Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

اَللَّهُمَّ اِنّي اَسْاَلُكَ اِيْمَاناً تُبَاشِرُ بِهِ قَلْبِي، وَيَقِيناً حَتَّى اَعْلَمَ اَنَّهُ لَنْ يُصِيْبَنِي إلاَّ مَاكَتَبْتَ لِي، وَرَضِّنِي مِنَ الْعَيْشِ بِمَا قَسَمْتَ لِي يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، يَا عُدَّتِي فِي كُرْبَتِي، وَيَا صَاحِبِي فِي شِدَّتِي، وَيَا وَلِيِّي فِي نِعْمَتِي، وَيَا غَايَتِي فِي رَغْبَتِي، اَنْتَ السَّاتِرُ عَوْرَتِي، وَاْلآمِنُ رَوْعَتِي، وَالْمُقِيلُ عَثْرَتِي، فَاغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keimanan yang menyejukkan hatiku dan keyakinan. Sehingga aku menyadari bahwa musibah tak akan menimpaku kecuali telah Kau tetapkan bagiku. Karuniakan padaku rasa ridha terhadap dengan apa yang telah Kau bagikan padaku dalam penghidupanku.

Wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi, wahai Pelindungku dalam dukaku, wahai Sahabatku dalam deritaku, wahai Kekasihku dalam nikmatku, wahai Tujuanku dalam harapanku. Engkaulah Yang Menutupi rahasiaku, Yang menenterankan ketakutanku,Yang Memaafkan ketergelinciranku. Maafkan kesalahanku, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

 

Doa Permohonan Ijabah

اَللَّهُمَّ اِنِّي اَدْعُوكَ كَمَا اَمَرْتَنِي فَاسْتَجِبْ لِي كَمَا وَعَدْتَنِي. اَللَّهُمَّ اِنّي اَسْاَلُكَ قَلِيْلاً مِنْ كَثِيْر مَعَ حَاجَة بِي اِلَيْهِ عَظِيْمَة، وَغِنَاكَ عَنْهُ قَدِيْمٌ، وَهُوَ عِنْدِي كَثِيْرٌ، وَهُوَ عَلَيْكَ سَهْلٌ يَسِيْرٌ، فَامْنُنْ عَلَيَّ بِهِ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

 

Ya Allah, Sungguh daku memohon kepada-Mu sebagaimana telah Kau perintahkan daku agar senantiasa berdoa kepada-Mu. Karena itu kabulkanlah doaku ini, sebagaimana janji-Mu. Ya Allah, sesungguhnya daku memohon kepada-Mu sebagian kecil dari sekian banyak kebutuhanku (yang tidak mampu kuutarakan semuanya), sementara kekayaan-Mu abadi. Bagi-Mu, melakukan semua itu sangatlah mudah. Anugerahkanlah semua itu padaku, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Kabulkanlah permohonanku ini, Wahai Tuhan semesta alam. 

 

Doa Sebelum Membaca Al-Quran

Rasulullah dan Ma’sumin senantiasa mengkhatamkan Al-Quran setiap malam Ramadhan. Sangatlah dianjurkan untuk membaca Al-Quran pada malam-malam Ramadhan. Ketika memulai membacanya hendaknya diambil dengan tangan kanan sembari membukanya dengan membaca doa berikut :

اَللَّهُمَّ اِنِّي اَشْهَدُ اَنَّ هَذَا كِتَابُكَ الْمُنْزَلُ مِنْ عِنْدِكَ عَلَى رَسُولِكَ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِاللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ، وَكَلاَمُكَ النَّاطِقُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ، جَعَلْتَهُ هَادِياً مِنْكَ اِلَى خَلْقِكَ، وَحَبْلاً مُتَّصِلاً فِيْمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ عِبَادِكَ، اَللَّهُمَّ اِنِّي نَشَرْتُ عَهْدَكَ وَكِتَابَكَ، اَللَّهُمَّ فَاجْعَلْ نَظَرِي فِيْهِ عِبَادَةً، وَقِرَاءَتِي فِيْهِ فِكْراً، وَفِكْرِي فِيْهِ اِعْتِبَاراً، وَاجْعَلْنِي مِمَّنْ اِتَّعَظَ بِبَيَانِ مَوَاعِظِكَ فِيْهِ، وَاجْتَنَبَ مَعَاصِيْكَ، وَلاَ تَطْبَعْ عِنْدَ قِرَاءَتِي عَلَى سَمْعِي، وَلاَ تَجْعَلْ عَلَى بَصَرِي غِشَاوَةً، وَلاَ تَجْعَلْ قِرَاءَتِي قِرَاءَةً لاَ تَدَبُّرَ فِيْهَا، بَلِ اجْعَلْنِي اَتَدَبَّرُ آيَاتِهِ وَاَحْكَامَهُ، آخِذاً بِشَرَائِعِ دِيْنِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ نَظَرِي فِيْهِ غَفْلَةً، وَلاَ قِرَاءَتِي هَذَراً، اِنَّكَ اَنْتَ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ

 

Ya Allah, aku bersaksi, sesungguhnya Al-Quran ini diturunkan dari sisi-Mu kepada Rasul-Mu Muhammad bin Abdillah (saw). Sebagai firman-Mu yang diucapkan melalui perantaan lisan Nabi-Mu. Engkau jadikan ia sebagai petunjuk bagi segenap manusia  dan tali penghubung antara Engkau dan hamba-hamba-Mu. Yang Allah, aku bentangkan janji-janji-Mu dan kitab-Mu ini. Ya Allah, jadikan pandangan mataku padanya sebagai ibadah, bacaanku terhadapnya sebagai tafakur, dan tafakkur-ku tentangnya mendatangkan pelajaran. Jadikan aku orang yang tergolong orang-orang yang menasehati manusia dengan nasehat-nasehat-Mu yang terkandung di dalamnya, dan menasehati manusia agar menjauhkan diri dari berbuat maksiat kepada-Mu. Jangan Engkau tutupi pendengaranku ketika membaca Al-Quran (sehingga aku tidak mendapatkan petunjuk darinya), dan janganlah Engkau jadikan bacaanku terhadapnya, sebagai bacaan tanpa mengambil pelajaran darinya. Bahkan, jadikanlah dengan membacanya, aku dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayat dan hukum-hukumnya yang menjadikan rujukan syariah-Mu. Janganlah Engkau jadikan tatapan mataku padanya sebagai tatapan yang lalai, dan bacaanku atasnya sebagai bacaan yang rancu. Sungguh Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Penyayang.

 

Doa Sesudah Membaca Al-Quran

اَللَََّهُمَّ اِنِّي قَدْ قَرَأْتُ مَا قَضَيْتَ مِنْ كِتَابِكَ الَّذِي اَنْزَلْتَهُ عَلَى نَبِيِّكَ الصَّادِقِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ، فَلَكَ الْحَمْدُ رَبَّنَا، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِلُّ حَلاَلَهُ، وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ، وَيُؤْمِنُ بِمُحْكَمِهِ وَمُتَشَابِهِهِ، وَاجْعَلْهُ لِي اُنْساً فِي قَبْرِي، وَاُنْسًا فِي حَشْرِي، وَاجْعَلْنِي مِمَّنْ تُرْقِيهِ بِكُلِّ آيَةٍ قَرَأَهَا دَرَجَةً فِي اَعْلاَ عِلِّيِّيْنَ، آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, Sungguh aku telah membaca ketetapan-ketetapan-Mu dalam kitab-Mu, yang telah Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang hak Muhammad saw.Untuk-Mu lah segala pujian wahai Tuhan kami. Ya Allah, masukkanlah daku ke dalam goongan orang-orang yang menghalalkan apa-apa yang telah Engkau halalkan, mengharamkan apa-apa yang telah Engkau haramkan serta mempercayai ayat-ayat yang muhkamat dan yang mutasyabihat. Jadikan Al-Quran itu sebagai penolong, ketika aku berada di alam kubur dan hari kiamat. Jadikanlah aku—dengan perantaraan setiap yang kubaca—tergolong orang-orang yang diangkat derajatnya ke tempat yang tinggi (Illiyin). Ya Allah, perkenankanlah semua permohonanku ini.

 

Doa Harian Ramadhan (1-30)

Doa Hari Pertama

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ صِيَامَ الصَّائِمِيْنَ وَ قِيَامِيْ فِيْهِ قِيَامَ الْقَائِمِيْنَ وَ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِيْنَ

 وَ هَبْ لِيْ جُرْمِيْ فِيْهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ وَ اعْفُ عَنِّيْ يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِيْنَ

 Ya Allah, jadikanlah puasa dan ibadahku di bulan ini seperti puasa orang-orang sejati, bangunkanlah aku di bulan ini dari kelelapan tidur orang-orang yang lupa dan ampunilah segala kesalahanku, wahai Tuhan semesta alam, dan ampunilah aku, wahai pengampun orang-orang yang bersalah.


Doa Hari Kedua

اَللَّهُمَّ قَرِّبْنِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ سَخَطِكَ وَ نَقِمَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِقِرَاءَةِ آيَاتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, dekatkanlah aku di bulan ini dari ridha-Mu, hindarkanlah aku di bulan ini dari kemurkaan-Mu, dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca ayat-ayat (kitab)-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Pengasih dari para pengasih.

Doa Hari Ketiga

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ الذِّهْنَ وَ التَّنْبِيْهَ وَ بَاعِدْنِيْ فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَ التَّمْوِيْهِ وَ اجْعَلْ لِيْ نَصِيْبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kecerdasan dan kesadaran diri, jauhkanlah aku di bulan ini dari ketololan dan kesesatan, dan limpahkanlah kepadaku sebagian dari setiap kebajikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Dengan kedermawanan-Mu, wahai Dzat Yang Lebih Dermawan dari para dermawan.

 

Doa Hari Keempat

اَللَّهُمَّ قَوِّنِيْ فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ وَ أَذِقْنِيْ فِيْهِ حَلاَوَةَ ذِكْرِكَ وَ أَوْزِعْنِيْ فِيْهِ لأدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ

وَ احْفَظْنِيْ فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَ سِتْرِكَ يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ

Ya Allah, kuatkanlah diriku di bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkan kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikanlah kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu demi kemurahan-Mu, dan dengan penjagaan dan tirai-Mu jagalah diriku di bulan ini,  wahai Dzat Yang Lebih Melihat dari orang-orang yang melihat.

 

Doa Hari Kelima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ الْقَانِتِيْنَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang memohon pengampunan, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan hamba-hamba-Mu yang saleh dan pasrah, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan para kekasih-Mu yang dekat dengan-Mu. Dengan kasih sayang-Mu, wahai Dzat yang lebih Pengasih dari para pengasih

 

Doa Hari Keenam

اَللَّهُمَّ لاَ تَخْذُلْنِيْ فِيْهِ لِتَعَرُّضِ مَعْصِيَتِكَ وَ لاَ تَضْرِبْنِيْ بِسِيَاطِ نَقِمَتِكَ وَ زَحْزِحْنِيْ فِيْهِ مِنْ مُوْجِبَاتِ سَخَطِكَ بِمَنِّكَ وَ أَيَادِيْكَ يَا مُنْتَهَى رَغْبَةِ الرَّاغِبِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau hinakan aku di bulan ini karena keberanianku bermaksiat kepada-Mu, jangan Kau cambuk aku dengan cambuk kemurkaan-Mu dan jauhkanlah aku dari (segala perbuatan) yang menyebabkan murka-Mu. Dengan anugerah dan kekuasaan-Mu wahai Puncak Harapan para pengharap.

 

Doa Hari Ketujuh

اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ فِيْهِ عَلَى صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مِنْ هَفَوَاتِهِ وَ آثَامِهِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ ذِكْرَكَ بِدَوَامِهِ بِتَوْفِيْقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّيْنَ

Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku di bulan ini dari kesalahan dan doa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.


Doa Hari Kedelapan

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ رَحْمَةَ الأَيْتَامِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِفْشَاءَ السَّلاَمِ وَ صُحْبَةَ الْكِرَامِ بِطَوْلِكَ يَا مَلْجَأَ الآمِلِيْنَ

 

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini untuk mengasihani anak-anak yatim, memberi makan, menebarkan salam dan bersahabat dengan orang-orang mulia. Dengan keutamaan-Mu, wahai Tempat Bernaung orang-orang yang berharap.

 

Doa Hari Kesembilan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ نَصِيْبًا مِنْ رَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ وَ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِبَرَاهِيْنِكَ السَّاطِعَةِ وَ خُذْ بِنَاصِيَتِيْ إِلَى مَرْضَاتِكَ الْجَامِعَةِ بِمَحَبَّتِكَ يَا أَمَلَ الْمُشْتَاقِيْنَ

 Ya Allah, limpahkanlah kepadaku di bulan sebagian dari rahmat-Mu yang luas, tunjukanlah aku di bulan ini kepada tanda-tanda-Mu yang terang, dan tuntunlah aku kepada ridha-Mu yang maha luas.Dengan cinta-Mu wahai harapan orang-orang yang rindu.

 

Doa Hari Kesepuluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat  kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.


Doa Hari Kesebelas

اَللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيَّ فِيْهِ الْإِحْسَانَ وَ كَرِّهْ إِلَيَّ فِيْهِ الْفُسُوْقَ وَ الْعِصْيَانَ وَ حَرِّمْ عَلَيَّ فِيْهِ السَّخَطَ وَ النِّيْرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ

Ya Allah, cintakanlah kepadaku di bulan ini berbuat kebajikan, bencikanlah kepadaku di bulan ini kefasikan dan maksiat, dan cegahlah dariku di bulan ini kemurkaan dan neraka-(Mu) dengan pertolongan-Mu wahai Penolong para peminta pertolongan.

 

Doa Hari Kedua Belas

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ

وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, hiasilah diriku di bulan ini dengan menutupi (segala kesalahanku) dan rasa malu, pakaikanlah kepadaku di bulan ini pakaian qana’ah dan mencegah diri, tuntunlah aku di bulan ini untuk berbuat adil, dan kesadaran, dan jagalah aku di bulan ini dari setiap yang kutakuti. Dengan penjagaan-Mu wahai Penjaga orang-orang yang ketakutan.

 

Doa Hari Ketiga Belas

اَللَّهُمَّ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الدَّنَسِ وَ الْأَقْذَارِ وَ صَبِّرْنِيْ فِيْهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِلتُّقَى وَ صُحْبَةِ الأَبْرَارِ بِعَوْنِكَ يَا قُرَّةَ عَيْنِ الْمَسَاكِيْنِ

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari segala jenis kotoran, jadikanlah aku di bulan ini sabar menerima setiap ketentuan-(Mu), dan anugerahkanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk meraih takwa dan bersahabat dengan orang-orang yang bijak dengan pertolongan-Mu wahai Kententraman hati orang-orang miskin.

 

Doa Hari Keempat Belas

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ فِيْهِ بِالْعَثَرَاتِ وَ أَقِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْخَطَايَا وَ الْهَفَوَاتِ وَ لاَ تَجْعَلْنِيْ فِيْهِ غَرَضًا لِلْبَلايَا وَ الآفَاتِ بِعِزَّتِكَ يَا عِزَّ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, jangan Kau siksa aku di bulan ini karena kesalahan-kesalahanku, selamatkanlah aku di bulan ini dari segala kesalahan, dan jangan Kau jadikan aku di bulan ini tempat persinggahan malapetaka dan bala dengan kemuliaan-Mu wahai Kemuliaan muslimin.


Doa Hari Kelima Belas

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ طَاعَةَ الْخَاشِعِيْنَ وَ اشْرَحْ فِيْهِ صَدْرِيْ بِإِنَابَةِ الْمُخْبِتِيْنَ بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِيْنَ

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini ketaatan orang-orang yang khusyu’, dan lapangkanlah dadaku di bulan ini karena taubat orang-orang yang mencintai-Mu. Dengan perlindungan-Mu wahai Pengaman orang-orang yang takut.


 

Doa Hari Keenam Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ وَ جَنِّبْنِيْ فِيْهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ وَ آوِنِيْ فِيْهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى (فِيْ) دَارِ الْقَرَارِ بِإِلَهِيَّتِكَ يَا إِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

Ya Allah, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk berkumpul bersama orang-orang baik, jauhkanlah aku di bulan ini dari bersahabat dengan orang-orang jahat, dan dengan rahmat-Mu tempatkanlah aku di bulan ini di dalam rumah keabadian dengan ketuhanan-Mu wahai Tuhan sekalian alam.


Doa Hari Ketujuh Belas

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

 

Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini kepada amal yang salih, dan berikanlah kepadaku di bulan ini segala keperluan dan cita-citaku, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan permintaan, wahai Dzat yang mengetahui segala rahasia yang ada di hati manusia, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

 

Doa Hari Kedelapan Belas

اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ


Ya Allah, beritahukanlah kepadaku di bulan ini segala berkah yang tersimpan di dua pertiga malamnya, terangkan hatiku di bulan ini dengan cahayanya, dan bimbinglah seluruh anggota tubuhku di bulan ini untuk mengikuti tanda-tanda keagungannya dengan cahaya-Mu wahai penerang hati para ‘arif.

 

Doa Hari Kesembilan Belas

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ

 Ya Allah, sempurnakanlah bagianku di bulan ini dengan berkahnya, permudahlah jalanku untuk menempuh kebaikannya, dan janganlah Kau halangi diriku untuk menerima kebaikannya, wahai Penunjuk Jalan kepada kebenaran yang nyata.

 

Doa Hari Kedua Puluh

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ الْجِنَانِ وَ أَغْلِقْ عَنِّيْ فِيْهِ أَبْوَابَ النِّيْرَانِ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِتِلاَوَةِ الْقُرْآنِ يَا مُنْزِلَ السَّكِيْنَةِ فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ

 

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu surga, tutuplah untukku di bulan ini pintu-pintu neraka, dan berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk membaca Al-Quran, wahai Penurun ketenangan di hati Mukminin.


Doa Hari Kedua Puluh Satu

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ فِيْهِ إِلَى مَرْضَاتِكَ دَلِيْلاً وَ لاَ تَجْعَلْ لِلشَّيْطَانِ فِيْهِ عَلَيَّ سَبِيْلاً وَ اجْعَلِ الْجَنَّةَ لِيْ مَنْزِلاً وَ مَقِيْلاً يَا قَاضِيَ حَوَائِجِ الطَّالِبِيْنَ

 

Ya Allah, berikanlah kepadaku di bulan ini sebuah petunjuk untuk mencapai keridhaan-Mu, jangan Kau beri kesempatan kepada setan di bulan ini untuk menggodaku, dan jadikanlah surga sebagai tempat tinggal dan bernaungku, wahai Pemberi segala kebutuhan orang-orang yang meminta.

 

Doa Hari Kedua Puluh Dua

اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ فِيْهِ أَبْوَابَ فَضْلِكَ وَ أَنْزِلْ عَلَيَّ فِيْهِ بَرَكَاتِكَ وَ وَفِّقْنِيْ فِيْهِ لِمُوْجِبَاتِ مَرْضَاتِكَ وَ أَسْكِنِّيْ فِيْهِ بُحْبُوْحَاتِ جَنَّاتِكَ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ

 

Ya Allah, bukalah bagiku di bulan ini pintu-pintu anugerah-Mu, turunkanlah kepadaku di bulan ini berkah-berkah-Mu, berikanlah taufik kepadaku di bulan ini untuk mencapai keridhaan-Mu, dan tempatkanlah aku di bulan ini di tengah-tengah surga-Mu, wahai Pengabul permintaan orang-orang yang ditimpa kesulitan.


Doa Hari Kedua Puluh Tiga

اَللَّهُمَّ اغْسِلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَ طَهِّرْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُيُوْبِ وَ امْتَحِنْ قَلْبِيْ فِيْهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيْلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِيْنَ

 

Ya Allah, sucikanlah aku di bulan ini dari dosa-dosa, bersihkanlah aku di bulan ini dari segala aib, dan ujilah aku di bulan ini dengan ketakwaan, wahai Pemaaf segala kesalahan orang-orang yang berdosa.

 

Doa Hari Kedua Puluh Empat

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِيْهِ مَا يُرْضِيْكَ وَ أَعُوْذُ بِكَ مِمَّا يُؤْذِيْكَ وَ أَسْأَلُكَ التَّوْفِيْقَ فِيْهِ لأَنْ أُطِيْعَكَ وَ لاَ أَعْصِيَكَ يَا جَوَّادَ السَّائِلِيْنَ

 

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di bulan ini segala yang mendatangkan keridhaan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari segala yang dapat menimbulkan murka-Mu, dan aku memohon kepada-Mu taufik untuk menaati-Mu dan tidak bermaksiat kepada-Mu, wahai Yang Maha Dermawan terhadap para pemohon.


Doa Hari Kedua Puluh Lima

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

 

Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini pencinta para kekasih-Mu, pembenci para musuh-Mu, mengikuti sunnah penutup para nabi-Mu, wahai Penjaga hati para nabi.


Doa Hari Kedua Puluh Enam

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Ya Allah, jadikanlah usahaku di bulan ini disyukuri, dosaku diampuni, amalku diterima dan kejelekanku ditutupi, wahai Dzat Yang Lebih Mendengar dari setiap yang mendengar.


Doa Hari Kedua Puluh Tujuh

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

 

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini keutamaan Lailatul Qadr, jadikanlah urusanku yang sulit menjadi mudah, terimalah ketidakmampuanku, dan hapuskanlah dosa dan kesalahanku, wahai Yang Maha Kasih kepada hamba-hamba-Nya yang salih.


Doa Hari Kedua Puluh Delapan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

 

Ya Allah, sempurnakanlah bagiku di bulan ini ibadah-ibadah sunnah, muliakanlah aku di bulan ini dengan memahami setiap masalah (yang kuhadapi), dan dekatkanlah di bulan ini perantaraku menuju ke haribaan-Mu, wahai Dzat yang tak disibukkan oleh rintihan para perintih.


Doa Hari Kedua Puluh Sembilan

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

 

Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu atasku, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini taufik dan penjagaan, dan bersihkan hatiku di bulan ini dari mencela, wahai Dzat yang Maha Pengasih atas hamba-hamba-Nya yang Mukmin.


Doa Hari Ketiga Puluh

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ‏

 

Ya Allah, kabulkan puasaku di bulan ini sesuai dengan ridha-Mu dan ridha Rasul-Mu (sehingga) cabang-cabangnya kokoh karena pondasinya demi junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Dan segala puja bagi Allah Tuhan semesta alam.

 

 

Shalat Malam di Bulan Ramadhan (1-30)

Malam Pertama

Shalat sebanyak empat rakaat dengan membaca surah al-lkhlas sebanyak lima belas kali setelah membaca surah al-Fatihah pada setiap rakaat.

 

Malam Kedua

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Qadr sebanyak dua puluh kali setelah membaca surah al-Fatihah pada setiap rakaat.

 

Malam Ketiga

Shalat sepuluh rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al­-Ikhlas sebanyak lima puluh kali pada setiap rakaat.

 

Malam Keempat

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan surah al-Qadr sebanyak dua puluh kali pada setiap rakaat.

 

Malam Kelima

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al-Ikhlas sebanyak lima puluh kali pada setiap rakaat. Setelah mengucapkan salam, membaca Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali Muhammad sebanyak seratus kali.

 

Malam Keenam

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan surah al­-Mulk pada setiap rakaat.

 

Malam Ketujuh

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al­-Qadr sebanyak tiga belas kali pada setiap rakaat.

 

Malam Kedelapan

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al-lkhlas sebanyak sepuluh kali pada setiap rakaat. Setelah mengucapkan salam, membaca subhanallah sebanyak seribu kali.

 

Malam Kesembilan

Shalat enam rakaat antara shalat lsya dan waktu tidur dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan ayat kursi sebanyak tujuh kali pada setiap rakaat. Setelah selesai, membaca Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ali  Muhammad sebanyak lima puluh kali.

 

Malam Kesepuluh

Shalat dua puluh rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al-lkhlas sebanyak tiga puluh kali.

 

Malam Kesebelas

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al-­Kautsar sebanyak dua puluh kali pada setiap rakaat.

 

Malam Kedua Belas

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al-­Qadr sebanyak tiga puluh kali pada setiap rakaat.

 

Malam Ketiga Belas

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al­-Ikhlas sebanyak dua puluh lima kali pada setiap rakaat.

 

Malam Keempat Belas

Shalat enam rakaat dengan membaca surah al-Fatihah sekali dan al­-Zalzalah sebanyak tiga puluh kali pada seetiap rakaat.

 

Malam Kelima Belas

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Ikhlas sebanyak seratus kali setelah membaca al-Fatihah pada dua rakaat pertama dan lima puluh kali surah al-lkhlas (setelah membaca surah al-Fatihah) pada dua rakaat berikutnya.

 

Malam Keenam Belas

Shalat dua belas rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan dua belas kali surah at-Takatsur pada setiap rakaat.

 

Malam Ketujuh Belas

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan surah sekehendak hati pada rakaat pertama dan pada rakaat kedua surah al-Fatihah dan seratus kali surah al-lkhlas. Setelah mengucapkan salam, membaca Lailahaillallah sebanyak seratus kali.

 

Malam Kedelapan Belas

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan dua puluh lima kali surah al-Kautsar pada setiap rakaat.

Malam Kesembilan Belas

Shalat lima puluh rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan lima puluh kali surah al-Zalzalah. Mungkin maksudnya adalah dalam setiap satu rakaat membaca surah tersebut sekali, (bukan lima puluh kali). Karena, sangat sulit untuk membaca surah al-Zalzalah sebanyak 2500 kali dalam semalam.

 

Malam Kedua Puluh, Kedua Puluh Satu, Kedua Puluh Dua, Kedua Puluh Tiga, dan Kedua puluh Empat

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah sesuka hati.

 

Malam Kedua Puluh Lima

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan sepuluh kali surah al-Ikhlas pada setiap rakaat.

 

Malam Kedua Puluh Enam

Shalat delapan rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan seratus kali surah al-lkhlas pad a setiap rakaat.

 

Malam Kedua Puluh Tujuh

Shalat empat rakaat dengan membaca surah al-Fatlhah dan al-Mulk pada setiap rakaat. Jika tidak mampu, hendaknya membaca surah al-­Ikhlas sebanyak dua puluh kali.

 

Malam Kedua Puluh Delapan

Shalat enam rakaat dengan membaca surah al-Fatihah, seratus kali ayat Kursi, seratus kali surah al-lkhlas dan seratus kali surah al-Kautsar pada setiap rakaat. Setelah selesai melaksanakan shalat, mengirimkan shalawat atas Nabi Muhammad saw dan keluarganya sebanyak seratus kali.

Syekh Abbas Al-Qummi  berkata. “Menurut apa yang telah kutemukan (dalam beberapa hadis), cara melaksanakan shalat malam kedua puluh delapan adalah enam rakaat dengan membaca surah al-Fatihah, sepuluh kali ayat Kursi, sepuluh kali surah al-Kautsar, sepuluh kali surah al-Ikhlas dan seratus kali shalawat.”

 

Malam Kedua Puluh Sembilan

Shalat dua rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan dua puluh kali surah al-lkhlas pada setiap rakaat.

 

Malam Ketiga Puluh

Shalat dua belas rakaat dengan membaca surah al-Fatihah dan dua puluh kali surah al-lkhlas pada setiap rakaat. Selesai melaksanakan shalat, membaca shalawat untuk Nabi Muhammad saw dan keluarganya sebanyak seratus kali.

 

Amalan Malam-Malam Lailatul Qadr

Malam-malam al-Qadr  terdiri dari malam 19, 21 dan 23 Ramadhan. Di buku kecil ini hanya akan disebutkan amalan umum dari ketiga malam tersebut, yakni :

Mandi menjelang shalat Isya

Menghidupkan malamnya dengan ibadah

Ziarah ke makam Imam Husein as

Shalat sunah dua rakaat, pada setiap rakaatnya membaca surah al-Fatihah satu kali dan surah al-Ikhlas 7 kali. Selesai shalat membaca istighfar—”Astaghfirullaha wa Atubu Ilahi” sebanyak 70 kali.

Shalat Sunah 100 rakaat, sebaiknya pada setiap rakaatnya membaca surah al-Fatihah satu kali dan surat al-Ikhlas 10 kali.

Membaca doa Jausyan Kabir

Bertawasul dengan Al-Quran Al-Majid

 

Ambillah Al-Quran dan pegang dengan kedua tangan, kemudian bentangkan di depan wajah sambil membaca doa berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّيْ اَسْاَلُكَ بِكِتَابِكَ الْمُنْزَلِ وَمَا فِيْهِ وَفِيْهِ إِسْمُكَ اْلأَكْبَرُوَأَسْمَاؤُكَ الْحُسْنَى وَمَا يُخَافُ وَيُرْجَى اَنْ تَجْعَلَنِيْ مِنْ عُتَقَا ئِكَ مِنَ النَّارِ

 

Ya Allah, sungguh daku memohon kepada-Mu dengan  perantaraan kitab-Mu yang turun dengan segala yang terkandung di dalamnya. Di dalamnya terdapat asma-asma-Mu yang agung, sebutan-sebutan-Mu Yang Baik, dan segala perkara yang ditakuti maupun yang diharapkan (setiap orang). Masukkanlah daku ke dalam golongan orang-orang yang Engkau selamatkan dari siksa api neraka.

 

Kemudian ambillah Al-Quran dan letakkanlah di atas kepala sambil membaca :

اللَّهُمَّ بِحَقِّ هَذَا اْلقُرْآنِ وَبِحَقِّ مَنْ اَرْسَلْتَهُ بِهِ وَبِحَقِّ كُلِّ مُؤْمِنٍ مَدَحْتَهُ فِيْهِ وَبِحَقِّكَ عَلَيْهِمْ فَلاَ اَحَدَ اَعْرَفُ بِحَقِّكَ مِنْكَ

 

Ya Allah, demi hak Al-Quran ini, demi hak orang yang telah Engkau utus bersamanya, demi hak setiap mukmin yang telah Engkau sanjung di dalamnya, dan demi hak mereka semuanya maka tiada seorang pun yang lebih mengetahui hak-Mu selain dari-Mu.

 

Lalu bacalah masing-masing 10 (sepuluh) kali :

بِكَ يَا اَلله

بِمُحَمَّدٍ

بِعَلِّيٍ

بِفَاطِمَةَ

بِاْلحَسَنِ

بِاْلحُسَيْنِ

بِعَلِّي بْنِ الْحُسَيْنِ

بِمُحَمَّدِ بْنِ عَلِي

بِجَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ

بِمُوْسَى بْنِ جَعْفَرٍ

بِعَلِّي بْنِ مُوْسَى

بِمُحَمَّدِ بْنِ عَلِي

بِعَلِّي بْنِ مُحَمَّدٍ

 بِالحَسَنِ بْنِ عَلِي

بِالْحُجَّةِ

 

Doa Perpisahan Ramadhan

Disunahkan untuk melepas bulan Ramadhan dengan membaca doa perpisahan, yang diantaranya diriwayatkan dari Nabi Muhamad saw seperti berikut :

اللَّهُمَّ لاَتَجْعَلْهُ آخِرَالْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَلاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا                     

Ya Allah, janganlah kau jadikan puasa kami saat ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup. Seandainya kau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku, maka jadikanlah sebagai puasa yang dirahmati, dan janganlah Kau jadikan puasa yang hampa (tidak diterima).

 

 

BAB II

Menyambut Idul Fitri

Amalan dan Doa Malam Idul Fitri

Mandi di saat matahari terbenam

Menghidupkan malam dengan doa, istighfar, memohon kepada Allah dan bermalam di masjid

Mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat Idul Fitri

Membaca takbir berikut sesudah shalat Maghrib, Isya’, Subuh, dan sesudah shalat Hari Raya Idul Fitri :

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَ اِلهَ إِلَاّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَِللهِ الْحَمْدُ، الْحَمْدُ للهِ عَلى ما هَدانا وَلَهُ الشُّكْرُ على مَا اَوْلاَناَ

 

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji milik Allah; Alhamdulillah kami panjatkan puji pada-Nya yang telah menunjuki kami, kami sampaikan rasa syukur pada-Nya yang telah menyayangi kami.

 

Membaca doa berikut ini sesudah shalat Maghrib dan sesudah shalat sunnahnya sambil mengangkat tangan ke langit:

يَا ذَا الْمَنِّ وَالطَّوْلِ يَا ذَا الْجُودِ، يَا مُصْطَفَى مُحَمَّدَ وَناصِرَهُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاغْفِرْ لِيْ كُلَّ ذَنْبٍ اَحْصَيْتَهُ ا وَهُوَ عِنْدَكَ فِيْ كِتَابٍ مُبِيْنٍ

            Wahai Pemilik Anugerah dan Karunia, Wahai Pemilik Kedermawanan, Wahai Pemilih Muhammad dan penolongnya, curahkanlah shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, dan ampuni setiap dosaku yang telah Kau hitung, sedangkan dosa itu di sisi-Mu berada di dalam Kitab yang jelas.

 

Kemudian sujud sambil membaca (100 kali):

اَتُوْبُ اِلَى اللهِ

Aku bertaubat kepada Allah

 

Kemudian memohon kepada Allah segala yang yang diinginkan, insya Allah dikabulkan.

 

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah dan jika dilakukan dengan jamaah, hendaknya melakukannya dengan niat “Raja’an”. Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat. Pada rakaat pertama membaca surat al-Fatihah dan surat as-Syam atau al-A’la, kemudian takbir sebanyak 5 (lima) kali. Pada rakaat kedua membaca surat al-Fatihah dan surat al-Ghasyiyah atau as-Syam, kemudian takbir sebanyak 4 (empat) kali. Antara satu takbir dengan takbir yang lain membaca doa qunut. Setelah salam membaca tasbih Zahra as, kemudian sujud sebanyak 4 (empat) kali.

 

Sujud dengan dahi dan membaca :

إِلَهِيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ نَّارٍحَرِّهَا  لاَيُطْفَى وَجَدِيْدُهَا لاَيَبْلَى وَعَطْشَا نُهَا لاَيُرْوَى

Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari api neraka yang selalu panas, tidak pernah dingin selamanya dan rasa hausnya tidak dapat dihilangkan.

 

Sujud dengan pelipis kanan dan membaca :

إِلَهِيْ لاَ تُقَلِّبْ وَجْهِيْ فِى النَّارِ بَعْدَ سُجُوْدِيْ وَتَعْفِيْرِيْ لَكَ بِغَيْرِ مَنٍّ مِنِّيْ عَلَيْكَ بَلْ لَكَ الْمَنُّ عَلَيَّ

 

Ya Allah, janganlah Engkau membolak-balikkan wajahku di dalam api neraka setelah aku sujud dan aku poleskan dahi dan wajahku (ke tanah dalam rangka penghambaan) pada-Mu, dengan tanpa menuntut sesuatu apapun dari-Mu, karena Engkaulah yang berhak menuntutku.

 

Sujud dengan pelipis kiri dan membaca :

اِرْحَمْ مَنْ أَسَاءَ وَاقْتَرَفَ وَاسْتَكَانَ وَاعْتَرَفَ

Ya Allah, sayangilah hamba yang bersalah dan mengakui kesalahannya.

 

Sujud dengan dahi dan membaca :

إِنْ كُنْتُ بِئْسَ الْعَبْدُ فَأَنْتَ نِعْمَ الرَّبُ، عَظُمَ الذَّنْبُ مِنْ عَبْدِكَ فَلْيَحْسُنِ الْعَفْوُ مِنْ عِنْدِكَ يَاكَرِيْم

 

Ya Allah jika aku seburuk-buruk hamba, maka Engkau adalah sebaik-baik Tuhan, Sungguh besar dosa dan kesalahan hamba-Mu, maka perbanyaklah pengampunan dari-Mu, Wahai Yang Maha Mulia dan Pemberi Maaf.

Lalu membaca al-Afwu sebanyak 100 kali.

 

Doa Qunut Shalat Idul Fitri

اَللّهُمَّ اَهْلَ الْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ، وَاَهْلَ الْجُودِ وَالْجَبَرُوتِ، وَاَهْلَ الْعَفْوِ وَالرَّحْمَةِ، وَاَهْلَ التَّقْوَى وَالْمَغْفِرَةِ، اَسْاَلُكَ بِحَقِّ هَذَا الْيَومِ الَّذِي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمينَ عِيْدًا، وَلِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ ذُخْرًا وَشَرَفًا وَمَزِيْدًا، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاَنْ تُدْخِلَنِي فِي كُلِّ خَيْرٍ اَدْخَلْتَ فِيهِ مُحَمَّداً وَآلَ مُحَمَّدٍ، وَاَنْ تُخْرِجَنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ اَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّدًا وَآلَ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَعَلَيْهِمْ، اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْاَلُكَ خَيْرَ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ، وَاَعُوذُ بِكَ مِمَّا اسْتَعَاذَ مِنْهُ عِبَادُكَ الْصَّالِحُونَ

Ya Allah, wahai Pemilik kebesaran dan keagungan, wahai Pemilik kedermawanan dan keagungan, wahai Pemilik maaf dan rahmat, wahai Pemilik takwa dan ampunan. Aku memohon kepada-Mu dengan hak hari ini, yang Kau jadikan hari besar bagi kaum muslimin, dan bagi Muhammad saw sebagai simpanan, (kemuliaan) dan tambahan (kedudukan) agar Kau curahkan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, masukkan aku pada setiap kebaikan yang telah Kau masukkan di dalamnya Muhammad dan keluarga Muhammad, mengeluarkan Aku dari setiap keburukan yang darinya telah Kau keluarkan Muhammad dan keluarga Muhammad—shalawat-Mu atasnya dan atas mereka. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan apa yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang shaleh kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang hamba-hamba-Mu yang shaleh berlindung kepada-Mu darinya.

 

Tentang Khumus

Khumus secara bahasa artinya seperlima atau 20 persen (20%). Dalam hukum fikih, khumus berarti kewajiban harta yang harus dikeluarkan oleh seorang hamba sebanyak 20% dari kelebihan pendapatannya setelah dipotong biaya kebutuhan hidupnya selama satu tahun.  Tentang kewajiban khumus ini Allah menegaskan­nya di dalam kitab suci Al-Quran:

وَاعْلَمُوْا اَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ ِللهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُوْلِ

 وَلِذِی الْقُرْبَی وَالْيَتَامَی وَالْمَسَاکِيْنِ  وَابْنِ السَّبِيْلِ اِنْ کُنْتُمْ

 آمَنْتُمْ بِاللهِ وَمَا اَنْزَلْنَا عَلَی عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَی

 الْجَمْعَانِ وَاللهُ عَلَی کُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang kamu peroleh, maka seperlima(nya) untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang mis­kin dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Al­lah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad) di hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’: (Surah al-Anfal : 41).

Imam Jafar Shadiq as berkata:

لاَ يَحِلُّ ِلأَحَدٍ أَنْ يَشْتَرِيَ مِنَ الْخُمْسِ شَيْئًا حَتَّى يَصِلَ اِلَيْنَا حَقَّنَا

“Tidak halal bagi sia­papun untuk membeli sesuatu dari uang khumus kecuali telah tunaikan kepada kami hak kami.” (wa­sail al Syiah Juz 6 ha1.238).

 

Imam Khomeini ra berkata:

لَوِاشْتَرَى دَارًا بِعَيْنِ الْمَالِ الَّذِيْ تَعَلَّقَ بِهِ

 الْخُمْسَ أَو الزََّكَاةَ تَبْطُلُ الصَّلاَةُ فِيْهَا

“Jika seseorang mem­beli rumah dengan uang yang berhubungan den­gan (kewajiban) zakat atau khumus maka batallah shalat yang ia lakukan di dalam rumah tersebut. (Tahrir al-wasilah Juz.1 ha1.134).

 

Apa saja yang wajib dikhumuskan?

Ada tujuh benda yang wajib dikhumuskan :

Hasil rampasan perang yang diperoleh muslimin karena perang yang terjadi antara muslimin dengan orang-orang kafir.

Barang tambang seperti emas, perak, besi, tembaga, batu bara, timah dan sebagainya.

Harta karun yang diperoleh dari dalam tanah yang tidak diketahui pemiliknya.

Hasil yang diperoleh dari dalam laut.

Hasil milik pribadi yang bercampur dengan harta haram dan tidak jelas jumlah yang haram serta tidak diketahui pemiliknya.

Tanah orang muslim yang dibeli oleh orang kafir dzimmi.

Kelebihan dari pendapatan seseorang selama satu tahun.

Siapa saja yang wajib berkhumus?

Khumus menjadi wajib bagi setiap orang yang mendapatkan kelebihan dari pendapatannya selama satu tahun setelah dipotong seluruh kebutuhan biaya hidupnya dan biaya hidup orang-orang tanggungannya.

 

Bagaimana cara menghitung khumus?

Ada dua hal penting yang harus dijadikan pertimbangan ketika ingin menghitung kewajiban khumus. Pertama, tentukan dahulu kapan awal tahun khumusnya. Kedua, menghitung berapa kebutuhan hidupnya selama satu tahun. Apabila kedua hal ini sudah diketahui maka ia dengan sangat mudah bisa menghitung berapa kewajiban khumus yang harus ia keluarkan setiap tahunnya.

 

I. Menentukan awal tahun khumus

Bagaimana cara menghitung awal tahun khumus?

Mari kita lihat fatwa dari Ayatullah as-Sayid Ali Khamenei berikut:

(Soal 926): Bagaimana penentuan awal tahun untuk membayar khumus dapat dilakukan?

(Jawab): Tahun-khumus bagi semacam buruh dan pegawai bermula dari tanggal perolehan hasil pertama kerja dan taklif sedangkan awal tahun khumus para pemilik toko jatuh pada saat aksi memulai aksi jual beli.

 

II. Menghitung kebutuhan biaya hidup untuk satu tahun

Kebutuhan hidup setiap orang pastilah berbeda. Yang menjadi ukuran adalah kata hati nurani dan pendapat umum yang normal (‘urf). Para fuqaha menyebutkan lima item yang bisa dikategorikan sebagai kebutuhan hidup atau dalam bahasa fikihnya disebut sebagai maunah.

Pertama, biaya hidup yang biasanya dikeluarkan oleh manusia normal untuk menghidupi dirinya.

Kedua, pajak-pajak pemerintah, juga kaffarat yang mungkin ia keluarkan.

Ketiga, kebutuhan dasar manusia seperti rumah tempat tinggal, transportasi, pakaian dan sebagainya.

Keempat, biaya keluarga seperti belanja rumah tangga, kebutuhan istri, pendidikan anak, pakaian, makan minum, rekreasi dan ziarah mereka serta segala kebutuhan keluarga yang dianggap normal dan wajar.

Kelima, biaya haji wajib dan amal-amal sosialnya seperti dana- dana santunan atau hadiah-hadiah yang wajar.

Penghitungan khumus bisa dilakukan setelah memotong semua biaya kebutuhan diatas. Apabila setelah itu masih ada sisa maka dari sisa itulah kita mengeluarkan khumusnya.

 

Kepada siapa khumus diberikan?

Sesuai dengan ayat Al-Quran maka yang hendak menerima khumus tersebut hanya enam golongan:

Allah, Rasul, Ahlul Bait, yatim, fakir miskin dan ibnusabil dari keturunan Bani Hasyim.

Para fuqaha meringkaskan enam golongan ini menjadi dua saham: Saham Imam, yang mencakup bagian Allah, Rasul dan Imam suci dari keluarga Rasul; dan saham sadah, yakni para sayid dari keturunan Bani Hasyim, yang yatim, faqir miskin dan ibnusabil.

Dua saham diatas, di zaman sekarang sepenuhnya dikelola oleh Marjak Taklid. Beliaulah yang paling berhak untuk menentukan untuk apa dan dimana uang khumus didistribusikan. Para Marjak Taklid tentu juga tidak bekerja sendiri. Beliau juga menunjukan sejumlah orang yang dikenal amanat dan alim untuk menjadi wakilnya di dalam pengelolaan khumus tersebut demi kepentingan agama dan umat.

 

Tentang Zakat

Mengingat publikasi ilmiah maupun populer mengenai zakat telah banyak ditulis dan beredar di masyarakat, maka buku kecil ini tidak akan mengulasnya kembali. Di sini kami hanya ingin menyampaikan bahwa, selain Khumus, Dana Mustadhafin juga menerima dan menyalurkan Zakat, Infak, Sedekah, Hibah, Kurban dan lain-lain. Zakat, Infak dan Sedekah juga merupakan tuntutan agama yang tidak kalah pentingnya selain kewajiban khumus. Sebagaimana Al-Quran Mulia menyebutkan :

وَاَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّکَاةَ وَارْکَعُوْا مَعَ الرَّاکِعِيْنَ

“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat  serta rukuklah bersama orang-orang  yang rukuk.” (Q.S. Al Baqarah 43)

 

Begitupula dengan sabda Rasulullah saw:

إِنَّمَا الْبَخِيْلُ حَقَّ الْبَخِيْلِ الَّذِيْ يَمْنَعُ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوْضَةَ   فِى مَالِهِ وَيمْنَعُ الْبَائِنَةَ فِى قَوْمِهِ وَهُوَ فِيْمَا سِوَى ذَلِكَ يُبَذِّرُ

“Orang yang benar-benar kikir adalah yang menahan diri dari menunaikan kewajiban zakatnya dan menahan pemberian kepada kerabatnya padahal ia menghambur-hamburkan kekayaannya untuk selainnya”. (Ma’anil Akhbar Hal. 245)