Pengertian infak adalah berasal dari kata anfaqa - yunfiqu yang artinya membelanjakan atau membiayai yang berhubungan dengan usaha mendekatkan diri atau mematuhi  perintah-perintah Allah SWT.

 

Allah SWT memerintahkan kita agar kita menafkahkan sebagian rezeki yang diberikan Allah kepada kita pada jalan yang diridhai-Nya, seperti infak untuk keluarga, sedekah, zakat dan amal-amal baik lainnya.

 

Allah SWT berfirman: “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan pada jalan Allah, adalah seumpama sebuah biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu terisi seratus biji. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah ayat 261).

coin-wooden-table.jpg

Bersedekah dan Infak mempunyai syarat-syarat yang ditentukan oleh Allah SWT, antara lain :

  1. Sedekah dan infak yang kita berikan tidak mempunyai efek samping, artinya tidak disertai sikap, perkataan ataupun perlakukan yang menyakitkan penerimanya. Hindari kesulitan atau antrian yang berdesakan. Itu bisa membantu nilai sedekah atau ibadah. Jika sedekah itu dilakukan untuk orang banyak, bisa dilakukan melalui lembaga yang dapat dipercaya agar dalam penyalurannya dapat diatur dengan baik dan tepat sasaran, tidak berebut dan berdesakan yang menimbulkan benturan dan berdesakan.

Menghormati penerima sedekah lebih tinggi nilainya dari sedekah yang disertai perbuatan yang menyakitkan penerimanya (lihat QS Al-Baqarah ayat 262-263).

  1. Nilai sedekah hilang dan batal bila disertai riya (mengharap pujian).

  2. Mengeluarkan sedekah yang baik, tidak cacat/ busuk (QS. Al-Baqarah ayat 267).

  3. Sedekah boleh secara rahasia tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahui (QS. Al-Baqarah ayat 271). Sedekah juga boleh diberikan didepan umum asalkan santun, teratur, aman dan terhormat.

  4. Pemberian sedekah diutamakan kepada fakir miskin yang tertindas (Kaum Mustadhafin).  Allah SWT berfirman : (Bersedekahlah) bagi orang-orang fakir yang terikat pada jalan Allah, mereka tidak dapat berusaha di bumi (mencari penghidupan). Orang yang tidak tahu mereka mengira orang kaya karena mereka memilihara harga diri meminta-minta. Engkau dapat mengetahui tanda-tanda mereka, bahwa mereka tidak meminta kepada manusia berulang-ulang atau mengemis. Dan apa-apa yang kamu nafkahkan dari harta, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah ayat 273).

 

Ingat nasib mereka yang sedang merintih dirumah sakit tanpa biaya, yang lapar tak punya apa-apa untuk dimakan, yang sedang mengais sampah, bayi-bayi lapar, kaum jompo yang merayap dan banyak lagi mereka yang membutuhkan bantuan kita.

Dengan sedekah Insya Allah akan mengentaskan kemiskinan. Berilah mereka kail, ini lebih tepat daripada memberi ikan. Bersedekahlah dengan ikhlas, agar anda menuai panen hasil sedekah Anda di negeri akhirat kelak. Karena dunia hanyalah lahan tempat menanam amal, sedangkan akhirat tempat menuai tanpa menanam.

 

“Sayangilah yang merayap di bumi, Anda akan disayangi yang berkuasa dilangit”