TIGA PANGGILAN KEMANUSIAAN DALAM SATU MALAM, DANA MUSTADHAFIN MENJAWAB DENGAN KHIDMAT
- 3 days ago
- 2 min read

Di saat sebagian besar orang menikmati hangatnya istirahat malam, ada keluarga-keluarga yang harus menahan air mata karena kehilangan orang yang mereka cintai. Di tengah sunyinya malam hingga fajar menyingsing, panggilan kemanusiaan datang silih berganti, memanggil mereka yang siap mengabdi tanpa mengenal waktu.
Sejak tengah malam hingga menjelang pagi, Yayasan Dana Mustadhafin menerima tiga permintaan layanan pemulasaraan dan antar jenazah. Tanpa ragu, para relawan segera bersiap. Mereka meninggalkan rumah, keluarga, dan waktu istirahatnya demi memastikan setiap jenazah mendapatkan penghormatan terakhir yang layak dan setiap keluarga yang berduka tidak merasa sendiri.
Layanan pertama diberikan kepada Almarhum Bapak Husni Arphan bin Oemar Baradja (84 tahun). Dengan penuh kehormatan, tim melaksanakan proses pemulasaraan dan mengantarkan jenazah dari rumah duka di Kampung Pulo, Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor menuju TPBU Yayasan Mohdar Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok.
Tak lama berselang, panggilan kedua kembali diterima. Relawan bergerak menuju rumah duka Almarhum Muhammad Balatif (59 tahun) di Cileungsi, Kabupaten Bogor, untuk melaksanakan pemulasaraan sekaligus mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhir di TPBU Yayasan Mohdar Cimpaeun, Kota Depok.
Belum sempat melepas lelah, amanah berikutnya telah menanti. Kali ini, tim mengantarkan Almarhumah Siti Hasanah (25 tahun) dari rumah duka di Palmerah, Jakarta Barat menuju kampung halamannya di Kampung Baru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, agar dapat dimakamkan di tengah keluarga dan tanah kelahirannya.
Tiga panggilan, tiga perjalanan, tiga keluarga yang sedang berduka. Namun satu semangat yang terus menyala: melayani dengan ikhlas sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada sesama.
Seluruh layanan pemulasaraan dan antar jenazah ini diberikan secara gratis, karena bagi Dana Mustadhafin, kemanusiaan tidak diukur dari kemampuan seseorang untuk membayar, melainkan dari kepedulian untuk saling menguatkan di saat yang paling berat.
Di balik sirene ambulans yang memecah, ada tangan-tangan yang bekerja dengan penuh kasih, ada langkah-langkah yang ditempuh dengan penuh keikhlasan, dan ada hati-hati yang memilih untuk hadir ketika orang lain membutuhkan.
Kami menyampaikan penghargaan dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang terus menjaga amanah kemanusiaan tanpa mengenal lelah. Semoga setiap tetes keringat, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap kilometer perjalanan menjadi amal jariyah yang tak pernah terputus.
Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada seluruh donatur, khususnya Donatur TIFA, yang senantiasa membersamai Program Layanan Sosial Dana Mustadhafin. Berkat dukungan dan kepercayaan yang diberikan, ambulans terus melaju, relawan terus bergerak, dan harapan terus hadir di tengah keluarga yang sedang diliputi duka.
Karena sejatinya, kemanusiaan tidak pernah mengenal batas waktu. Ketika dunia terlelap, selalu ada orang-orang yang memilih untuk terjaga, mengulurkan tangan, mengantarkan dengan hormat, dan memastikan bahwa setiap perjalanan terakhir berlangsung dengan penuh cinta, doa, dan kemuliaan.







Comments