Khitanan Ceria 2026 Hadirkan Senyum dan Kepedulian untuk 200 Anak di Sekitar Bandara Soekarno-Hatta
- 22 Jun
- 2 menit membaca

Tangerang, 20 Juni 2026 – Untuk ketiga kalinya, Yayasan Dana Mustadhafin berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk "Khitanan Ceria Bersama InJourney Airports 2026".
Kegiatan yang dilaksanakan di Area Parkir Timur Gedung Perkantoran PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Soekarno-Hatta ini diikuti oleh 200 anak yang berasal dari 20 desa dan kelurahan di lima kecamatan sekitar kawasan bandara.
Sebagai mitra pelaksana yang telah bekerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia sejak tahun 2015, Dana Mustadhafin mengerahkan 52 tenaga medis dan relawan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman, nyaman, dan profesional. Melalui konsep Khitanan Ceria, proses khitan yang selama ini sering dianggap menakutkan diubah menjadi pengalaman yang menyenangkan dan penuh keceriaan bagi anak-anak.
Program yang rutin diselenggarakan setiap masa liburan sekolah ini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya sejak 2024 dan selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada tahun 2026, PT Angkasa Pura Indonesia mengalokasikan anggaran sebesar Rp350 juta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar bandara.
Pelaksanaan Khitanan Ceria juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia poin ke-4, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan.
Proses penjaringan peserta dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa sekitar bandara, serta didukung penyebaran informasi melalui media digital dan sistem pendaftaran daring sehingga masyarakat dapat mengakses program ini secara mudah, terbuka, dan merata.
Untuk memberikan pengalaman yang lebih berkesan, panitia menyiapkan berbagai fasilitas dan bingkisan bagi seluruh peserta. Saat registrasi, setiap anak menerima kaos, sarung, celana khitan, peci, serta makanan ringan. Setelah menjalani proses khitan, peserta juga memperoleh mainan remote control, uang saku, obat-obatan pasca khitan, serta makan siang sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat selama masa pemulihan.
Dalam pelaksanaannya, PT Angkasa Pura Indonesia kembali mempercayakan Yayasan Dana Mustadhafin sebagai mitra pelaksana. Kolaborasi yang telah terjalin lebih dari satu dekade ini telah melahirkan berbagai program sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, antara lain pengobatan gratis, bantuan kacamata, bantuan alat bantu dengar, layanan kesehatan masyarakat, hingga program khitanan massal.
Selain penyelenggaraan Khitanan Ceria, pada kesempatan yang sama PT Angkasa Pura Indonesia juga menyerahkan bantuan TJSL Non-PUMK secara simbolis kepada tiga lembaga dengan total nilai Rp166.180.000, yang terdiri atas:
Bantuan pembangunan saluran air penanganan banjir untuk SMP Negeri 2 Kosambi sebesar Rp66.300.000.
Bantuan pembangunan toilet Masjid Al Muhajirin Batujaya, Tangerang sebesar Rp58.580.000.
Bantuan perlengkapan makan bagi anak yatim Yayasan Satu Benih Tenjo sebesar Rp41.300.000.
Dengan demikian, total nilai program sosial yang disalurkan dalam rangkaian kegiatan ini mencapai lebih dari Rp516 juta, yang diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Melalui Program TJSL "Khitanan Ceria Bersama InJourney Airports 2026", PT Angkasa Pura Indonesia terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya menyediakan layanan kebandarudaraan, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan sosial yang aktif berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Di tengah aktivitas salah satu bandara tersibuk di Indonesia, semangat kolaborasi dan kepedulian yang diwujudkan melalui program ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.











Komentar