Kurban, Amalan Paling Dicintai Allah Swt di Bulan Zulhijah


“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. Al-Hajj: 34)


Setiap tahun di bulan Zulhijah umat Islam senantiasa merayakan hari raya Idul Adha, dimana diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu dan bertakwa untuk melaksanakan haji sekali seumur hidup dan berkurban. Diriwayatkan Rasulullah saw pada Haji Wada' membawa 100 ekor unta untuk dikurbankan. Beliau menegaskan bahwa rahasia diwajibkannya kurban (bagi jamaah haji) adalah untuk membantu orang-orang fakir dimana mereka bisa makan dagingnya secara leluasa.


Kurban tidak hanya dilaksanakan di Tanah Haram selama prosesi haji. Bagi yang sedang tidak melaksanakan ibadah haji pun bagi yang mampu diharuskan untuk berkurban di daerah tempat ia tinggal untuk berbagi kepada sesama, terutama kepada fakir miskin.

Berkurban adalah merupakan amalan yang paling Allah Swt cintai di bulan Zulhijah. Rasullah saw bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.”


Berkurban selain sebagai suatu upaya untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dan memperkuat keimanan, berkurban adalah juga sebagai aksi sosial dan kemanusiaan untuk saling berbagi kebaikan dengan yang lain. Di sini, ibadah kurban yang dilakukan umat muslim setiap tahunnya, menjadi bukti bahwa agama Islam memiliki aspek kemanusiaan sosial. Di mana setiap manusia harus saling berbagi kepada sesama agar tercipta kehidupan sosial bermasyarakat yang harmonis.


Berkurban juga merupakan upaya syiar agama yang dapat dilakukan oleh setiap umat muslim. Dalam hal ini, umat Islam yang melaksanakan kurban sudah turut serta menyebarkan pesan atau syiar agama, yaitu tentang kewajiban berkurban yang diperintahkan Allah kepada Nabi Ibrahim as dan anaknya Nabi Ismail as.