Kedermawanan yang Diajarkan Keluarga Rasul saw

Diperbarui: 1 Mei 2021


Diriwayatkan suatu hari Jabir bin Abdillah Anshari tengah melakukan salat Asar dengan Rasulullah saw. Seusai salat Rasul duduk menghadap ke arah kiblat dan para sahabat duduk di sekelilingnya. Tiba-tiba seorang lelaki tua datang dan mengeluhkan rasa lapar yang dialaminya sambil berkata, "Wahai Rasulullah! Aku lapar, maka kenyangkanlah aku dan aku telanjang maka berilah aku pakaian."


Kemudian Rasulullah saw memerintahkannya untuk pergi ke rumah putrinya, Fathimah Zahra ra. Lelaki itupun pergi ke rumah Sayidah Fathimah Zahra, dengan mengetuk pintunya dan mengucapkan salam lalu berkata, "Wahai putri Muhammad! Aku tak berbaju dan lapar. Tolonglah aku. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu.”


Saat itu, Sayidah Fathimah tidak memiliki apa pun untuk diberikan kepada lelaki tua tersebut kecuali selembar kulit kambing tempat Hasan dan Husain tidur di atasnya. Namun ia tetap memberikan kulit tersebut kepada lelaki tua itu dan berkata, “Wahai lelaki tua! Ambillah kulit ini. Namun lelaki itu tidak mau menerima kulit yang belum disamak tersebut dan mengembalikannya. Saat itu, Sayidah Fathimah memiliki seuntai kalung hadiah dari putri pamannya, Fathimah binti Hamzah bin Abdul Muththalib. Tanpa pikir panjang, kalung itu pun dilepaskannya dan diberikan kepada lelaki tua itu.


Lelaki Badui itu mengambil kalung yang diberikan oleh Sayidah Fathimah itu, lalu membawanya kepada Rasulullah saw dan berkata, "Wahai Rasulullah! Putrimu memberikan ini kepadaku dan berkata, Juallah ini. Semoga Allah memberikan kebaikan yang banyak kepadamu."


Mendengar itu, Rasulullah saw menangis dan bersabda, "Bagaimana Allah tidak akan memberikan kebaikan kepadanya, sedangkan ia adalah putri Muhammad di mana Allah telah menempatkannya sebagai penghulu bagi seluruh putri manusia.”


Ammar bin Yasir berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah! Izinkanlah aku membelinya." Rasulullah saw bersabda, "Ya. Belilah, wahai Ammar! Jika seluruh jin dan manusia ikut serta dalam membelinya, maka Allah akan membebaskan mereka semuanya dari sengatan api neraka."


Ammar bertanya, "Wahai lelaki tua! Berapakah engkau akan menjual kalung itu?"

Dia berkata, "Seukuran seporsi makanan dan daging yang bisa mengenyangkanku, sehelai jubah tenunan Yaman yang bisa menutup tubuhku dan bisa aku kenakan untuk berdiri salat di hadapan-Nya dan sekeping dinar untuk perjalananku hingga sampai kembali ke keluargaku."


Ammar berkata, "Maka aku akan memberimu 20 dinar dan 200 dirham bersama sehelai jubah tenunan Yaman. Selain itu aku juga akan memberikan untaku untuk mengantarkanmu kembali ke keluargamu dan juga seporsi makanan roti gandum dan daging yang akan mengenyangkanmu."


Lelaki tua itu berkata, "Betapa dermawannya engkau dalam membelanjakan hartamu."

Setelah itu, lelaki tua itu meninggalkan tempat tersebut dengan gembira dan berkata, "Ya Allah! Kami tidak memiliki tuhan selain-Mu. Ya Ilahi! Berikanlah kepada Fathimah segala yang belum pernah dilihat oleh mata dan didengar oleh telinga."


Ammar segera mengharumkan kalung tersebut dengan minyak kesturi, kemudian membungkusnya dalam sebuah jubah tenunan Yaman dan menyerahkannya kepada budaknya sambIl berkata, "Ambillah kalung ini dan serahkan kepada Rasulullah saw dan engkau pun akan menjadi milik beliau.”


Maka budak itu pun mendekati Rasulullah saw dan menyerahkan amanat dari Ammar tersebut. Rasulullah saw memerintahkannya untuk mengantarkan barang itu kepada Fathimah. Saat melihat kalungnya kembali, Sayidah Fathimah segera membebaskan budak tersebut dan budak itu tertawa atas kejadian ini. Sayidah Fathimah bertanya, "Mengapa engkau tertawa..?"


Dia berkata, "Aku tertawa karena berkah yang ada dalam kalung ini. la telah mengenyangkan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang telanjang, memenuhi kebutuhan orang fakir, membebaskan seorang budak dan kembali lagi ke pemilik aslinya."