Keharusan Berbuat Baik Terhadap Tetangga


Sayyidina Ali Zainal Abidin ra berkata mengenai tetangga, “Orang-orang yang tinggal 40 rumah di kedua sisi rumahmu adalah tetanggamu. Engkau harus menghormati hak-hak mereka, hidup bersama mereka, dan bergaul dengan mereka dalam damai. Mintalah pertolongan Allah untuk melakukannya.”


Mengenai hak-hak mereka (tetangga) lebih lanjut Sayyidina Ali Zainal Abidin ra mengatakan:

Adapun hak tetangga adalah hendaknya engkau menjaga (nama baik)nya di saat dia tidak ada, menghormatinya saat dia ada dan membantu serta menolongnya dalam semua keadaan. Jangan memata-matai kekurangannya, jangan mencari-cari kejelekannya. Jika secara tidak sengaja engkau mengetahui kekurangannya, engkau harus menjadi benteng atau tabir yang menutupinya. Jangan engkau dengarkan kata-kata yang menyudutkannya. Jangan biarkan dia sendirian mengatasi kesulitan. Janganlah iri saat melihat dia mendapat kesenangan.


Maafkanlah jika dia melakukan kesalahan. Perlakukanlah dia dengan lemah-lembut meski dia melakukan tindakan bodoh terhadap dirimu. Jangan sampai engkau tidak berdamai dengannya. Jangan pernah engkau mencemoohnya dengan kata-kata. Perlakukanlah dia dengan segala penghormatan. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan bersandar kepada Allah.”


Menurut hadis di atas, orang-orang yang tinggal sampai empat puluh rumah jauhnya pada tiap-tiap arah, dianggap tetangga kita. Hal ini juga dapat merujuk kepada tetangga Nonmuslim yang tidak memerangi umat Islam. Ada banyak riwayat tentang kewajiban menghormati dan memuliakan tetangga, yang bahkan menjadi tolak ukur keimanan seseorang bagaimana ia memperlakukan tetangganya.


Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah beriman kepadaku barang siapa yang menghabiskan malamnya dengan perut kenyang, sementara tetangganya lapar. Tidaklah beriman kepadaku barang siapa yang menghabiskan malamnya dengan berpakaian, sementara tetangganya tidak memiliki pakaian.”


Sayyidina Jafar Shadiq as juga mengatakan, “Orang yang menyulitkan tetangganya dikutuk Allah, menyenangkannya menjadi penyebab pengampunan.”


Disamping itu, berbuat baik terhadap tetangga dan memenuhi hak-hak tetangga kita juga akan menambah rezeki. Hal ini dikatakan oleh Rasul saw sendiri, “Memperlakukan tetangga dengan kebaikan dan menjadi tetangga yang baik akan mengakibatkan bertambahnya rezeki dan kemakmurannya.”