Kisah Hikmah: Memasukan Dunia ke Dalam Sebutir Telur


Hisyam bin al-Hakam adalah salah seorang murid Imam Jafar ash-Shadiq a.s. yang paling menonjol dan paling dicintai oleh Imam. Ia memiliki keistimewaan dan kemahiran luar biasa dalam berdebat dengan musuh­musuh Islam. Bahkan, ia termasuk seorang guru besar dalam masalah itu dan mampu mengalahkan banyak musuh.


Suatu hari, datang kepadanya seorang atheis dan berdialog dengannya. Orang atheis itu bertanya: Apakah engkau punya Tuhan?”


Hisyam menjawab: "Tentu."


Ia bertanya lagi: "Apakah Tuhanmu Mahakuasa?"


Hisyam menjawab: “Ya, Dia Mahakuasa lagi Mahaperkasa!"


Atheis bertanya lagi: "Apakah Dia kuasa untuk memasuki seluruh dunia dalam sebuah telur, dan telur itu tidak menjadi besar dan dunia tidak menjadi kecil?"


Hisyam menjawab: "Sebentar!"


Hisyam meminta penangguhan untuk menjawab pertanyaannya, karena tidak terbayang dalam pikirannya jawaban yang memuaskan pada saat itu. Orang atheis itu berkata: “Kuberi engkau penangguhan selama setahun untuk menjawab pertanyaan terakhirku ini."


Orang atheis itu keluar dari rumah Hisyam. Saat itu juga, Hisyam langsung pergi untuk menemui Imam Jafar ash-Shadiq a.s. Sesampainya di rumah Imam Jafar ash-Shadiq a.s., Hisyam meminta izin agar diizinkan masuk. Imam Ja'far ash-Shadiq a.s. mengizinkannya. Hisyam pun berkata kepada Imam Ja'far ash-Shadiq a.s. : "Wahai Putra Rasulullah, 'Abdullah ad-Dishani datang kepadaku dengan membawa suatu pertanyaan yang tidak bisa kujawab! Hanya Allah dan Imam sendirilah yang bisa menjawabnya."


Imam Jafar ash-Shadiq a.s. bertanya kepadanya: “Masalah apa yang ditanyakannya kepadamu?"


Hisyam pun menyebutkan pertanyaan itu kepada Imam Jafar ash-Shadiq a.s. lalu imam menjawab: “Wahai Hisyam, berapa indramu?"


Hisyam menjawab: "Lima."


“Indra mana yang paling kecil?"


"Mata!", jawab Hisyam.


"Berapa ukuran mata?" tanya Imam Jafar.


Hisyam menjawab: "Seukuran lensa atau lebih kecil darinya."


Imam Ja'far ash-Shadiq a.s. berkata: "Wahai Hisyam! Lihatlah arah depanmu dan atasmu! Beritahukan apa yang kau lihat."


Hisyam memandang sebentar dan kemudian berkata: ''Aku melihat langit, bumi, rumah, gedung, daratan, gunung, dan sungai."


Imam Jafar ash-Shadiq a.s. berkata: "Sesungguhnya Allah Mahakuasa memasukkan apa yang dilihat oleh mata, yang seukuran lensa atau lebih kecil darinya. Dia Mahakuasa memasuki seluruh dunia ini dalam sebuah telur dunianya tidak menjadi kecil, dan telurnya tidak menjadi besar. Tentu saja, jika orang yang jahil itu ingin memalingkanmu dari jalan yang benar dan menentang kebenaran melalui pertanyaan-pertanyaan seperti ini, maka katakanlah kepadanya, 'Dalam hal ini ada perbedaan antara sesuatu yang mustahil dan ketidakmampuan. Sebab, memasukkan alam ini ke dalam sebuah telur mustahil bisa diterima akal sehat dan tidak mungkin terjadi.’


Mungkinkah engkau membayangkan alam seluruhnya, baik yang besar maupun yang kecil, ada dalam sebuah wadah yang bisa tetap tak berubah dalam sebuah telur kecil? Mungkinkah Sesuatu yang disifati dengan kebesaran dan keluasan sekaligus juga disifati dengan kekerdilan, kekecilan, dan kehinaan?"


*Dikutip dari buku karya Ayatullah Dastghib - Jika Aku Masih Hidup Besok