Makan yang Berkah


"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah ayat 88)


Allah Swt yang Maha Penyayang melalui ajarannya yang lurus senantiasa mengajak hamba-Nya untuk selalu dalam kebaikan.


Berbagai kehidupan sosial diatur, supaya manusia menjalankan norma yang baik, termasuk adanya adab makan dan minum.


Baca juga: https://www.danamustadhafin.com/post/puasa-para-nabi


Hal ini diatur bukan hanya atas dasar kepatuhan saja tetapi juga berkaitan dengan kesehatan tubuh dan jiwa.


Makan dan minum telah diatur dalam Alquran, dan melalui laku yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad Saw dan keluarganya.


Bagi muslim, agar makan apa yang ia makan menjadi berkah dan baik juga untuk kesehatan maka sudah seharusnya mengamalkan apa yang sudah diajarkan Islam.


Berikut di antara adabnya yang disadur dari kitab Mizanul Hikmah:


Mencuci Tangan


Sayidina Jafar Shadiq berkata: "Barangsiapa mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, niscaya makanan itu diberkahi baginya di awal dan akhir, dia hidup dalam kelapangan, dan tubuhnya terjaga dari pelbagai jenis penyakit.


Baca juga: https://www.danamustadhafin.com/post/definisi-riba-menurut-islam


Awali dengan Basmallah


Sayidina Hasan bin Ali berkata: “Di dalam hidangan terdapat 12 perkara yang wajib diketahui oleh setiap muslim, yaitu: empat kewajiban, empat perbuatan sunah, dan empat adab. Adapun empat kewajiban adalah: makrifat, ridha, membaca Bismillah, dan syukur. Adapun empat perbuatan sunah adalah: berwudhu sebelum makan, duduk pada sisi yang kiri, makan dengan tiga jari, dan menjilat jari-jari (setelah makan). Adapun empat adab adalah: makan yang di dekatmu, mengecilkan suapan (makanan), membaguskan kunyahan, dan sedikit memandangi wajah orang-orang.”


Sedikit Makan


Rasulullah Saw bersabda: "Barangsiapa yang makannya sedikit, niscaya perutnya sehat dan hatinya menjadi baik, dan barang siapa yang makannya banyak, niscaya perutnya sakit dan hatinya menjadi keras."


Kita dianjurkan oleh Rasulullah untuk menghindari banyak makan, beliau bersabda: “Tidaklah anak Adam (manusia) memenuhi wadah yang lebih buruk daripada (memenuhi) perutnya.


Dalam hadis yang lain Rasulullah saw bersabda: "Janganlah sekali-kali kamu banyak makan, karena sesungguhnya hal itu akan menyebabkan kerasnya hati, melambatkan anggota tubuh untuk menjalankan ketaatan (kepada Allah), dan menjadikan pendengaran tuli untuk mendengar nasihat (agama)."


Sayidina Jafar Shadiq berkata: "Tiada yang lebih membahayakan bagi hati seorang mukmin ketimbang banyak makan. Dan banyak makan menyebabkan dua hal, yaitu: kerasnya hati dan peningkatan gairah syahwat.”


Akhiri dengan Hamdalah


Sayidina Ali berkata, "Barangsiapa menyebut nama Allah saat mulai makan atau minum dan mengakhirinya dengan memuji Allah (mengucapkan Alhamdulillah), niscaya dia tidak dimintai pertanggungjawaban tentang kenikmatan makanan itu selamanya."