Makna dan Keutamaan Bulan Syawal


Syawal atau Syawal al-Mukarram adalah bulan kesepuluh dari bulan-bulan Qamariah dalam kalender Islam. Idul Fitri terjadi pada hari pertama bulan ini. Syawal berarti membawa barang dengan bermaksud pergi sebuah tempat. Dikarenakan sisi penamaan bulan ini berada pada musim perburuan dan perjalanan orang-orang Arab, maka bulan ini dinamakan bulan Syawal. Nabi Muhammad saw meyakini bahwa alasan penamaan bulan ini dengan nama Syawal adalah dikarenakan terhapus dan hilangnya dosa-dosa dan efek pengaruh perbuatan dosa tersebut.


Letak keutamaan bulan Syawal adalah karena di dalamnya terdapat hari raya Idul Fitri yang di mana kita Kembali menjadi suci, setelah segala noda, dosa, dan sifat-sifat tak terpuji dibersihkan pada bulan Ramadan. Oleh karenanya, sudah semestinya manusia menjaga kesucian tersebut setelah Ramadan usai. Idul Fitri harus menjadi star point untuk kita terus menjaga dan meningkatkan amal perbuatan kita.


Setiap muslim di mana pun berada akan merayakan hari yang penuh keagungan ini. Karena itu, Idul Fitri memiliki posisi istimewa dibanding hari-hari raya lainnya. Hari raya ini merupakan symbol persatuan dan kesatuan umat Islam, hari raya yang memamerkan keagungan dan kebesaran Islam dan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Pada hari raya Idul Fitri, takbir dan tahmid membahana di seluruh sudut-sudut kota dan desa seluruh dunia. Mereka berbondong-bondong seraya melantunkan zikir, takbir, dan tahmid, masyarakat pun melangkah menuju masjid dan lapangan tempat salat Idul Fitri digelar.


Sejarah mencatat, saat Idul Fitri tiba Imam Ali bin Musa ar-Ridha as menuturkan, “Hari ini dijadikan sebagai hari raya, agar umat Islam berkumpul bersama dan terhimpun untuk memperoleh keridhaan Ilahi dan mengungkapkan rasa puji syukur kepada Allah Swt atas nikmat-nikmat-Nya. Karena itu, hari ini merupakan hari raya, hari berkumpul, hari fitrah, hari zakat, hari suka cita, hari doa dan ibadah. Allah Swt mencintai jika di hari ini umat Islam berkumpul bersama, memanjatkan puji dan mensucikannya.”


Wajah-wajah para jamaah salat Idul Fitri tampak terlihat begitu cerah dan memancarkan pesona keikhlasan yang mereka tempa selama Ramadan. Gugusan besar, jamaah salat Idul Fitri memamerkan betapa agungnya persatuan dan solidaritas keimanan umat Islam. Mereka saling berkelindan laksana tenunan benang yang saling terikat dan terkait membentuk selembar kain, sebagai manifestasi persaudaraan yang dilandasi semangat monoteisme. Di bawah keagungan hari yang mulia ini, masyarakat muslim menyadarkan Kembali nurani mereka tentang betapa berharganya pencapaian spiritual yang berhasil diraihnya selama Ramadan.


Bagi Rasulullah saw dan Ahlul Baitnya, Idul Fitri merupakan khazanah dan sumber kemuliaan. Hari raya Idul Fitri merupakan hari penyempurnaan, pertemuan antara kekasih dan pengasihnya, dan hari dikabulkannya harapan.