Manusia yang Paling Baik dan Paling Buruk di Sisi Allah Swt



Rasulullah Saw menjelaskan tentang orang yang paling baik dan yang palik buruk di sisi-Nya kepada para sahabatnya yang dinukil dari kitab Thuhaf al-Uqul. Beliau Saw bersabda:


“Segala sesuatu memiliki kemuliaan, dan majelis yang paling mulia adalah yang menghadap kiblat. Barang siapa yang ingin menjadi manusia yang paling mulia maka dia harus bertakwa kepada Allah. Barang siapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat maka dia harus bertawakal kepada Allah. Dan barang siapa yang ingin menjadi manusia yang paling kaya maka dia harus lebih percaya kepada apa yang ada di tangan Allah dibandingkan apa yang ada di tangannya.”


Kemudian Rasulullah Saw melanjutkan sabdanya: “Maukah kalian aku beritahu manusia yang paling buruk?”


Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.”


Rasulullah Saw bersabda: “Yaitu orang yang yang menahan pemberiannya kepada orang lain, dan yang mencambuk budaknya.”


Kemudian Rasulullah Saw bertanya: “Maukah kalian aku beritahu manusia yang lebih buruk dari itu?”


Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.”


Rasulullah Saw bersabda: “Yaitu orang yang tidak dapat diharapkan kebaikannya dan orang lain tidak aman dari keburukannya.”


Rasulullah Saw kembali bertanya: “Maukah kalian aku beritahu manusia yang lebih buruk dari itu?”


Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.”


Rasulullah Saw bersabda: “Yaitu orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain dan tidak mau menerima permintaan maaf mereka.”


Rasulullah Saw kembali bertanya: “Maukah kalian aku beritahu manusia yang lebih buruk dari itu?”


Para sahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.”


Rasulullah Saw bersabda: “Yaitu orang yang membenci masyarakat dan dibenci orang masyarakat.”


Dalam pesannya kepada Imam Ali as, Rasulullah Saw mengatakan juga hal yang serupa.


“Wahai Ali, sebaik-baiknya manusia di sisi Allah Ta'ala, yaitu orang yang paling banyak bermanfaat bagi manusia, dan seburuk-buruknya manusia di sisi Allah yaitu orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya, dan sebaik-baik manusia yaitu orang yang panjang umurnya dan baik perbuatannya.


Dan manusia yang paling dibenci Allah ta'ala, yaitu manusia yang makan sendirian (tidak mempedulikan orang yang kelaparan) dan menghalangi orang lain dari memperoleh makanan, dan yang memukul budaknya (pembantu), dan orang yang (berlebihan) memuliakan orang-orang kaya, dan yang menghina orang fakir.


Dan lebih buruk lagi dari pada orang-orang yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu orang yang hidup dengan barang haram dan mati dengan barang haram (hidup dalam kemaksiatan dan mati dalam kemaksiatan).


Dan lebih buruk lagi orang yang panjang umurnya dan jelek kelakuannya, dan tidak taubat dari perkara yang dilarang Allah, sedang orang itu berharap-harap ampunan Allah.

Dan lebih jelek lagi, yaitu orang yang menunjukkan pertemanan kepada saudaranya sesama muslim tetapi merencanakan kepada saudara sesama muslimnya itu suatu perbuatan yang bertentangan dengan pertemanan (khianat).


Dan lebih jelek lagi orang yang menghabiskan awal umurnya dengan lupa (pada Allah), dan mengakhiri umurnya dengan malas untuk taat pada Allah.”