Memenuhi Kebutuhan Orang Lain



Sahabat Abdullah bin Abbas ra mengisahkan saat dirinya tengah beriktikaf di Masjidil Haram bersama Imam Hasan bin Ali, datanglah seorang lelaki menghampiri Imam yang saat itu beliau sedang melakukan tawaf di Ka’bah. Lelaki itu berkata kepadanya: “Wahai anak Rasulullah saw, aku mempunyai hutang kepada seseorang. Maukah engkau melunasi utangku?”


Maka Imam Hasan as berkata: “Demi Pemilik rumah ini, aku sama sekali tidak mempunya uang sekarang ini.”


Baca juga Kisah Seorang Pandai Besi dan Harta yang Disedekahkannya


Lelaki itu berkata: “Kalau begitu, sudilah kiranya engkau memintakan penundaan untukku, karena orang yang memberikan hutang kepadaku telah mengancam akan memenjarakanku.”


Maka Imam Hasan langsung menghentikan thawafnya dan berangkat bersama lelaki itu menemui orang yang memberi hutang tersebut.


Baca juga Kisah Sahabat Nabi yang Berpuasa Sepanjang Waktu


Abdullah bin Abbas pun bertanya kepada Imam: “Wahai anak Rasulullah saw, bukankah engkau sedang beriktikaf?”


Imam menjawab: “Benar, tetapi aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Barang siapa memenuhi kebutuhan saudara mukminnya, maka pahalanya seperti orang yang beribadah kepada Allah Ta’ala selama 9000 tahun, berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan salat tahajud pada malam harinya.” (Mushadaqah al-Ikhwan, hal. 52)