Orang yang Dipastikan Masuk Surga



Surga adalah sebaik-baik tempat kembali bagi setiap orang yang bertakwa. Kenikmatan di dalamnya tak dapat digambarkan oleh indra manusia, siapa pun yang beruntung dengan amal-amalnya akan Allah Swt masukkan ia ke dalamnya. Allah Yang Mahatiggi berfirman: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran: 133)


Segala cobaan seperti kekayaan dan kemiskinan yang diberikan Allah Swt kepada hamba-Nya adalah salah satu metode untuk meraih kemuliaan dan menguji konsistensinya dalam ketakwaan, maka sudah selayaknya kita tidak menukarkan kehidupan yang fana di dunia ini dengan sesuatu apa pun meski kadang terlihat berharga untuk kehidupan tersebut. Karena jika kita bersabar dalam ujian Allah Swt akan menggantinya dengan surga yang kekal. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata: “Sesungguhnya tiada harga (yang sebanding) dengan diri kalian kecuali surga, karena itu janganlah kalian menjualnya kecuali dengan itu (surga).” (Bihar al-Anwar, 78/13)


Dalam banyak hadis disebutkan tentang orang-orang yang dipastikan memasuki surga-Nya dan sifat-sifat yang harus dimilikinya, berikut kami kutipkan dari kitab Mizanul Hikmah.


Rasulullah Saw bersabda dalam banyak riwayat:


“Yang menyebabkan masuknya umatku ke dalam surga sebagian besar adalah ketakwaan kepada Allah dan budi pekerti yang baik.” (Al-Kafi, 2/100)


“Tiga perkara yang siapa saja menjumpai Allah dengannya niscaya akan masuk surga dari pintu mana pun yang dikehendakinya; budi pekerti yang baik, takut kepada Allah sewaktu menyendiri dan terang-terangan (di depan umum), serta meninggalkan perdebatan kendati berada di pihak yang benar.” (Al-Kafi, 2/300)


“Barang siapa yang dapat memberikan jaminan kepadaku (untuk dapat menjaga) apa yang ada di antara kedua janggutnya (yakni lidahnya) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (yakni kemaluannya), maka aku jamin dia akan masuk surga.” (Ma’ani al-Akhbar, hal. 99)


“Berikan untukku enam perkara, niscaya aku berikan untuk kalian (jaminan masuk) surga, yaitu: apabila kalian berbicara janganlah kalian berdusta, jika kalian berjanji janganlah kalian mengingkari, bila kalian diberi amanat janganlah kalian mengkhianati(nya), tundukkanlah pandangan kalian, peliharalah kemaluan kalian (dari perbuatan zina), dan tahanlah tangan serta lidah kalian.” (Amali ash-Shaduq, 2/82)


Imam Ja’far Shadiq as berkata: “Tiga perkara yang siapa saja mendatangi Allah dengan salah satu di antara ketiganya itu niscaya pasti masuk surga: menafkahkan harta ketika dalam keadaan miskin, menampakkan keceriaan wajah pada semua orang, dan bersikap adil terhadap diri sendiri.” (Al-Kafi, 2/103)