Para Pemimpin Mustadhafin


Pada pembahasan sebelumnya Siapakah Mustadhafin dalam Alquran kita telah membahas definisi mustadhafin, kali ini pembahasan akan mengarah kepada siapa saja para pemimpin mustadhafin. Dr. Ali Syariati mengungkapkan bahwa sepanjang sejarah manusia senantiasa terdapat penindasan atas hak-hak manusia, selama itu pula hadir pemimpin dari kalangan yang tertindas (mustadhafin) memberikan perlawanan atas kesewenang-wenangan tersebut. Di dalam Alquran pun disebutkan beberapa contoh seperti Nabi Musa melawan Fir’aun dan Nabi Ibrahim melawan para penyembah berhala. Mereka adalah para pemimpin (imam) mustadhafin hingga Nabi Muhammad saw.


Para pemimpin musthadafin adalah mereka yang diberikan otoritas oleh Allah Swt, mereka adalah orang-orang yang terpilih. Mereka dianugerahi otoritas sebagaimana yang dinyatakan ayat-ayat Alquran. Otoritas ini berasal dari Allah dan dikendalikan oleh-Nya. Seorang pemimpin yang ditunjuk Allah tidak memiliki kekuasaan yang sama dengan Allah, dan otoritasnya tidak bebas dari Allah karena Allah tidak menyerahkan kekuasaan dan kekuatannya kepada siapa pun. Apabila Ia memberi hamba-Nya yang saleh kekuatan dan kekuasaan, Ia masih akan mengendalikan orang itu. Alquran menyatakan bahwa Allah Swt menunjuk beberapa pemimpin / imam dengan memberi mereka otoritas untuk memberi petunjuk kepada manusia: Dan Kami tunjuk para Imam yang memimpin dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka perbuatan-perbuatan baik. (QS. al-Anbiya :73).

Dalam ayat lain Allah Swt berfirman: Dan Kami tunjuk dari mereka para imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami karena mereka sabar dan sangat yakin terhadap ayat-ayat Kami. (QS. as-Sajdah: 24).


Pemimpin / imam manakah yang telah Allah beri kekuasaan dan harus ditaati selain Rasulullah saw? Ayat Alquran di atas membuktikan bahwa imam yang ditunjuk Allah memiliki kekuasaan dan ia memberi petunjuk. Kekuasaan Imam tidak terbatas pada sekelompok orang tetapi meliputi setiap makhluk lain.


Pertanyaannya, siapa para pemimpin kaum mustadhafin pasca wafatnya Nabi Muhammad saw jika melihat keadaan yang hingga kini kezaliman kaum mustakbarin terus ada ada dan merajalela?


Nabi Muhammad saw adalah seorang pembawa peringatan, dan para imam dari Ahlulbaitnya merupakan penunjuk jalan bagi kaum di zamannya. Sekarang, tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad, hujjah-nya adalah Ahlulbait yang masih hidup di setiap zaman hingga Hari Kebangkitan. Perlunya keberadaan Hujjah di muka bumi ini berarti bahwa dunia ini akan berakhir ketika Imam terakhir meninggal.


Imam Ahmad bin Hambal meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Bintang membantu penduduk muka bumi agar tidak tenggelam, dan Ahlulbaitku adalah pelindung umatku dari perdebatan (masalah agama)….”


Sayidina Ali bin Abi Thalib ra berkata, "Aku dan keturunanku yang suci serta anggota keluargaku yang beriman adalah orang-orang yang paling berduka di masa kecil dan ketika kami dewasa (musthadafin), kami adalah orang-orang yang paling bijaksana. Kami adalah penghubung yang dengannya Allah menghancurkan kebatilan dan meluluhlantahkan serigala-serigala yang haus darah (kaum mustakbarin) serta membawamu kepada kemerdekaan dengan melepaskan tali-tali yang mencekik lehermu. Allah berkehendak untuk memulai segala sesuatu melalui kami, dan menyempurnakannya melalui kami.”


Mengenai riwayat di atas para ulama terkemuka dari sebagian besar kelompok umat Islam membenarkan Riwayat mashur di atas. Contohnya, Ibnu Hajar menuliskan dalam ash-Shawaiq al-Muhriqah:

Ahlulbait yang telah Rasulullah angkat sebagai pelindung adalah orang-orang terpelajar di antara keluarga Muhammad. Karena petunjuk hanya dapat diperoleh melalui mereka. Mereka laksana bintang-bintang yang membimbing kita ke arah yang benar, dan apabila bintang itu dihilangkan atau disembunyikan kita akan berhadapan dengan tanda Kebesaran Allah yang dijanjikan (Hari Kiamat). Ini akan terjadi ketika Mahdi datang, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis-hadis, dan Nabi Isa akan salat di belakangnya….”


Dengan demikian, munculnya Imam Mahdi sebagai pemimpin dan pembela kaum mustadhafin adalah keniscayaan. Kita sebagai muslim wajib mengimani hal tersebut, bahwa keadilan pasti akan ditegakkan dan kezaliman kaum mustakbarin pasti akan lenyap dari muka bumi.