Peringatan Hari Al-Quds untuk Menjunjung Tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan


Jumat terakhir pada bulan Ramadan sebelum datangnya hari raya Idul Fitri sebagian umat Islam memperingati Hari Internasional Al-Quds. Peringatan yang diinisiasi oleh tokoh Revolusi Islam di Iran ini bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan selama bulan Ramadan. Hari Al-Quds juga menjadikan Palestina sebagai prioritas di dunia Islam. Melalui peringatan ini umat Islam dapat menyampaikan solidaritas kepada rakyat Palestina yang tertindas.


Rakyat Palestina dari 1948 hingga kini terus melakukan perjuangan dengan gagah berani di tengah meningkatnya kekejaman dan kejahatan Zionis Israel. Maka dengan adanya peringatan hari Al-Quds akan menambah kekuatan dan semangat mereka. Hari al-Quds menjadi kesempatan yang baik untuk mengungkapkan simpati dan solidaritas kepada rakyat Palestina yang tertindas dan untuk mendorong semangat mereka dalam berjuang meraih hak-hak legalnya.


Namun sayangnya, sejumlah negara Islam di semenanjung Arab baru-baru ini bertindak dengan sangat buruk dan bahkan tidak bersedia untuk berbicara tentang Palestina, dan sebaliknya malah menjalin kontak dan hubungan dengan Zionis dengan dalih membantu Palestina. Pemerintah Mesir telah mencontohkan selama 40 tahun lebih menjalin hubungan dengan Zionis apakah telah berhasil mengurangi kejahatan Zionis terhadap rakyat Palestina? Jawabnya tidak, Israel malah makin beringas mengokupasi tanah sah Palestina dengan menembaki, mengusir, dan membunuh mereka. Dan sekarang negara-negara Arab seperti UEA dan Bahrain ingin mengulangi kesalahan yang sama.


Tidak ada keraguan bahwa rezim Zionis, dengan sejarah panjang pendudukan dan praktik anti-kemanusiaannya, terutama terhadap rakyat Palestina, tidak akan pernah mengejar hubungan damai yang melayani kepentingan negara-negara muslim di kawasan. Rezim ini mengejar tujuan seperti keluar dari isolasi di kawasan, melemahkan masyarakat Islam, dengan melanjutkan pendudukan dan ekspansionisme.


Tahun ini, rezim Zionis telah mengintensifkan tindakan kekerasan dan kejahatan mereka terhadap rakyat Palestina. Serangan pasukan dan pemukim Zionis di al-Quds dan Kompleks Masjid al-Aqsa dalam dua pekan terakhir telah menyebabkan ratusan warga Palestina gugur syahid dan terluka.


Maka dengan adanya hari al-Quds Internasional yang berlangsung pada Jumat terakhir bulan suci Ramadan akan menjadi kesempatan lain untuk menyatakan solidaritas umat Islam dan orang-orang merdeka di dunia kepada cita-cita rakyat Palestina. Hari itu juga menjadi kesempatan mereka untuk mengungkapkan kebencian atas kezaliman yang dipraktikkan oleh penjajah Zionis yang terus melanjutkan agresi dan kejahatannnya terhadap rakyat Palestina melalui dukungan Amerika Serikat dan kebungkaman sejumlah rezim Arab.


Dengan adanya hari Al-Quds Internasional akan menyadarkan umat Islam dan publik dunia terhadap masalah Palestina. Peringatan ini pun sebenarnya sejalan dengan pembukaan UUD 1945 kita, di mana penjajahan dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Mengenai masalah Palestina pun Bapak Pendiri bangsa kita Ir. Soekarno secara eksplisit mengatakan: “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”