Pesan Khalifah untuk Para Pencari Dunia


Di masa kekhalifahannya Imam Ali seusai Perang Jamal, beliau mendatangi pemukiman-pemukiman dan tempat perniagaan untuk memeriksa keadaan penduduk setempat. Dalam kesempatan itu ia memperhatikan cara mereka berjual-beli, cara mereka menggunakan takaran dan timbangan serta memberi petunjuk-petunjuk seperlunya agar segala sesuatunya berjalan lurus.


Imam Ali secara kebetulan bertemu dengan Hasan al-Basri dan ia pun mengikuti Imam dari belakang. Imam mendatangi sebuah tempat perniagaan di Bashrah. Hasan Basri menceritakan bahwasanya Imam berkata kepada khalayak ramai: “Hai penduduk Bashrah, hai orang-orang yang bekerja mengabdi kepentingan duniawi! Kalau sepanjang hari kalian mengabdi kepada kepentingan dunia, lalu di malam harinya kalian tidur, hingga kalian melupakan kehidupan akhirat, lantas kapankah kalian sempat berpikir mengumpulkan bekal untuk dibawa mati?”


Salah seorang pedagang di tempat itu menyahut: “Ya Amirul Mukminin, mencari penghidupan adalah suatu hal yang tidak dapat dielakkan, lantas bagaimanakah kami harus berbuat?”


Imam Ali menjawab: “Saudara, mencari rezeki dengan jalan yang halal tidak berarti engkau melengahkan akhirat, tetapi jika engkau berkata, kami tidak bisa tidak, mesti menjalankan manipulasi maka engkau tidak dapat dimaafkan.”


Mendengar jawaban Imam Ali seperti itu pedagang tersebut pucat pasi ketakutan. Mungkin ia melakukan perbuatan yang diperingatkan oleh Imam Ali tadi.


Imam Ali segera melanjutkan: “Saudara, marilah mendekat, engkau hendak kuberi penjelasan. Ketahuilah, setiap orang yang beramal (berbuat sesuatu), pada Hari Kiamat kelak ia akan memperoleh balasan atas perbuatannya. Kalau ia hanya bekerja untuk keduniawian semata, maka balasannya adalah neraka.”


Imam Ali beranjak hendak meninggalkan tempat dalam keadaan banyak orang termangu-mangu sedih mendengar peringatannya. Keadaan mereka diketahui oleh Imam Ali, dan setelah beberapa saat diam, akhirnya ia berhenti lalu melanjutkan perkataannya:


“Betapa sering kalian diperingatkan, tetapi kalian tidak mengindahkan peringatan! Telah banyak orang yang mengingatkan dan menegur kalian serta menunjukkan jalan keselamatan. Hujjah dan keterangan pun telah cukup diberikan dengan jelas. Karenanya, barang siapa berlaku zalim akan mengetahui ke tempat mana ia akan kembali. Saudara-saudara, di muka bumi ini tidak ada hujjah dan tidak ada hikmah yang lebih terang dan lebih jelas daripada Kitabullah. Allah tidak memuji siapa pun di antara kalian selain orang yang berpegang teguh pada agama-Nya. Orang yang paling celaka dalam pandangan Allah ialah yang menyalahi hukum­Nya dan menuruti hawa nafsunya! Ketahuilah, bahwa perjuangan yang terbesar ialah perjuangan melawan hawa nafsu.


Demi Allah, apa yang telah kukatakan itu bukan menurut pikiranku, melainkan aku mendengar sendiri Rasulullah saw. bersabda, 'Setiap hamba Allah yang berjuang melawan hawa nafsunya dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, niscaya Allah akan membuatnya dihormati oleh para malaikat, dan barang siapa dihormati oleh para malaikat, ia tidak akan disentuh api neraka. Karena itu, barang siapa mempercayai kebenaran Allah ia pasti memperoleh kebajikan.”


Sumber: Imamul Muhtadin Ali bin Abi Thalib karya Hamid Husaini