Rumahku Surgaku


Rumah adalah surga yang ada di bumi, tempat kebahagiaan setiap anggota yang ada di dalamnya. Ini apabila rumah tangga penuh dengan cinta, kasih sayang tulus, rasa saling percaya dan saling menghargai satu sama lain. Dari sini akan lahir kebahagiaan hakiki yang tidak akan ditemukan di tempat lain. Namun rumah juga bisa menjadi neraka apabila di dalamnya tidak ada rasa saling percaya dan curiga satu sama lain. Cinta yang awalnya ada pun perlahan akan sirna.


Ada beberapa sikap yang harus dibangun dan diperhatikan untuk membangun rumah sebagai surga. Pertama, komunikatif. Artinya, aktiflah berkomunikasi antar anggota keluarga, pasangan, putra-putri, atau orang tua/mertua apabila masih tinggal bersama. Bicarakan terus terang, sekecil apa pun masalah yang mengganjal dengan cara yang sopan dan terhormat. Jangan disimpan dalam hati, agar tidak menjadi penyakit. Bicara dengan berterus terang akan baik untuk jangka panjang ke depannya.


Memperbanyak sedekah telinga, yaitu mendengarkan sampai tuntas apa saja yang disampaikan pasangan juga merupakan sikap komunikatif. Tahanlah sekuat tenaga hasrat untuk memotong pembicaraan. Sebab, hal itu menyakitkan dan amat melukainya. Setiap orang amat suka didengar.


Kedua apresiatif, yaitu sikap menghargai dengan memberikan apresiasi, berterima kasihlah apabila diberi sesuatu. Hindari kebiasaan mengeluh, hargai setiap jasa sekecil apa pun. Ketika menikmati hidangan yang disiapkan istri misalnya, berikan dia apresiasi dengan memuji masakannya.


Nabi Muhammad Saw telah mencontohkan kepada kita keteladanan dalam keluarga, bagaimana beliau memperlakukan istri, anak, dan cucu-cucunya. Beliau Saw bersabda: “Orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik dalam berkeluarga.”


Rumah juga akan terasa nyaman dan tentram, jika rumah itu sering digunakan sebagai tempat ibadah, misalnya dengan melaksanakan salat berjamaah, untuk mengaji Alquran dan keilmuan lainnya. Nabi Saw bersabdaa “Perumpamaan rumah yang didalamnya disebut nama Allah, dan rumah yang tidak diisi dengan dzikir kepada Allah, seperti orang hidup dan orang mati.”


Jadikanlah rumah sebagai surga, karena keluarga adalah lingkup organisasi terkecil dari sebuah lingkup yang lebih besar seperti negara. Dasar untuk pendidikan anak-anak juga berasal dari rumah. Apabila rumah tangga bisa menjadi teladan maka masa depan negara dan agama akan terarah dan cerah.