Siapakah Ikhwan-ikhwan Silam yang Mempunyai Kontribusi Bagi Dunia


Sumber inspirasi yang menjadi penggerak para sarjana muslim dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang mencerahkan peradaban dunia dapat dilacak pada sumber ajaran Islam itu sendiri, yaitu Alquran. Posisi Alquran sebagai kalam Ilahi yang berbentuk teks itu unik lantaran memiliki dua dimensi sekaligus, yaitu spiritual dan intelektual.


Di dalam Alquran terdapat beratus-ratus ayat yang menyebut ilmu dan pengetahuan sebagai kualitas kemuliaan manusia. Lima ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. berkaitan dengan kegiatan keilmuan. Kata pertama: Iqra' (Bacalah!) pun jelas sekali merupakan aktivitas intelektual manusia. Dalam ayat lain Allah berfirman: Allah meninggikan derajat orang orang yang beriman dan berilmu. (QS al-Mujadilah: 11)


Menurut Sayyid Husain Thabathaba'I, Alquran mengajak untuk mempelajari ilmu-ilmu kealaman, matematika, filsafat, sastra, dan semua ilmu pengetahuan yang dapat dicapai oleh pemikiran manusia. Alquran menyeru kita untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut sebagai alan untuk mengetahui al-Haqq dan realitas, serta sebagai cermin untuk mengetahui alam, di samping juga adanya manfaat praktis dari ilmu-ilmu itu untuk kesejahteraan umat manusia.


Di saat dunia barat sedang terperosok ke dalam masa kegelapan (dark age) peradaban di dunia Islam telah bertumbuh. Hal ini ditandai dengan banyaknya ilmuwan muslim yang memberikan kontribusi di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Banyak sekali ilmu pengetahuan modern yang ditemukan oleh tokoh-tokoh Islam. Para sarjana muslim ini menjadi pelopor bagi peradababan dunia, hingga saat ini nama-nama mereka abadi dikenang sebagai ilmuwan muslim yang berjasa bagi peradaban dunia modern, meski berusaha sekuat tenaga untuk ditutup-tutupi tetapi kebesaran namanya tidak bisa dikubur dalam makam sejarah. Berikut di antaranya:


Sayidina Ali bin Abi Thalib ra

Sayidina Ali dikenal sebagai Sahabat Nabi Muhammad saw yang cerdas, terpercaya, alim, berwawasan luas dan jauh ke depan, wara, zuhud, pemberani, dan gurunya para guru fiqih. Banyak riwayat yang mengisahkan masuknya orang-orang Yahudi ke dalam Islam setelah bertanya jawab dengan Sayidina Ali tentang berbagai hal, termasuk tentang matematika. Beliau banyak menyelesaikan problema sosial yang penyelesaiannya dengan matematika. Akan terlalu Panjang jika salah satu dari kisah tersebut diuraikan di sini. Jika ingin mengetahui lebih detail bisa merujuk di buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam karya Dr. Husain Heriyanto.


Al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi dikenal sebagai salah satu ilmuwan muslim yang berkontribusi besar di bidang matematika, geografi dan astronomi. Pemilik nama lengkap Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi adalah kelahiran Iran. Salah satu penemuan terbesar dari Al-Khawarizmi ialah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Tidak hanya itu, beliau juga ahli di bidang yang lain seperti falsafah, aritmatika, musik, geometri, sejarah islam dan kimia. Al-Khawarizmi juga merupakan seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan Aljabar dan hisab. Al-Khawarizmi wafat antara tahun 850 M.


Ibnu Sina

Ibnu Sina merupakan seorang ilmuwan muslim dunia yang berkontribusi besar di bidang kedokteran. Pemilik nama lengkap Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina ini lahir pada Agustus 980 M. Beliau telah melakukan penelitian besar yang diabadikan oleh sejarah ilmu kedokteran di dunia. Ibnu Sina memiliki semangat belajar yang luar biasa, berbagai bidang ilmu beliau pelajari. Tidak hanya belajar di bidang kedokteran, Ibnu Sina juga mempelajari bidang teologi dan matematika. Sehingga tidak mengherankan apabila di usia 16 tahun beliau menjadi pusat perhatian para dokter pada zamannya.


Tidak hanya itu, Ibnu Sina juga merupakan salah seorang yang pertama kali menemukan cara pengobatan bagi orang yang sakit dengan cara menyuntikan obat ke tubuh penderita. Maka tidak heran apabila beliau diberi julukan al-Ra’s atau puncak gunung pengetahuan. Pada tahun 428 H atau 1037 M Ibnu Sina wafat di Hamdzan, Persia.


Umar Khayam

Umar Khayyam terkenal sebagai penyair Persia yang masyhur, meskipun demikian pada zamannya sendiri, Khayyam lebih dikenal sebagai ahli metafisika dan saintis (matematikawan dan astronom) ketimbang seorang penyair. Dia dikenang di Persia berkat karya matematika dan astronomi, bahkan merancang kalender surya Jalali yang digunakan di Persia sejak waktu itu. Pada zaman itu, dia juga dikenal sebagai filsuf dan menyebut dirinya sebagai murid pemikiran Ibn Sina. Khayyam wafat pada tahun 1124 M.


Ibnu Al-Haitham

Bernama lengkap Abu Ali Muhammad al-Hasan bin al-Haitsam lahir di Bashrah tahun 965 M. Beliau adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Banyak pula melakukan penelitian mengenai cahaya, dan telah memberikan banyak inspirasi pada ahli sains barat, seperti Roger Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop. Walaupun Haitsam lebih dikenal dalam bidang sains dan pengobatan, tetapi beliau juga ahli dalam bidang agama, falsafah, dan astronomi.


Abu Raihan Al-Biruni

Al-Biruni merupakan matematikawan Islam, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia, filsuf, pengembara, sejarawan, ahli geografi, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan. Abu Raihan Al-Biruni dilahirkan pada September 973 M di Khawarazmi, daerah kekuasaan Iran pada waktu itu.

Abu Raihan Al-Biruni merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas Ma'mun Khawarazmshah. Abu Raihan Al-Biruni juga membuat penelitian mengenai jari-jari bumi senilai 6.339,6 kilometer (hasil ini diulang di Barat pada abad ke 16). Hasil karya Al-Biruni melebihi 120 buah buku.


Al-Khazini

Al-Khazini dikenal memiliki otak yang brilian. Dari seorang budak, ia menjelma menjadi seorang ilmuan yang memiliki pengaruh besar. Sampai-sampai pemikiran Al-Khazini berpengaruh kuat dalam pengembangan sains di Barat. Sedianya, Al-Khazini melahirkan banyak teori sains seperti metode ilmiah eksperimental dalam mekanik, perbedaan daya, masa dan berat, serta jarak gravitasi, dan energi potensial gravitasi. Dari sang guru, dia mempelajari sastra, metematika, astronomi dan filsafat. Ia menjadi seorang matematikus terpandang yang langsung berada di bawah perlindungan, Sultan Ahmed Sanjar, penguasa Dinasti Seljuk. Sayangnya, kisah dan perjalanan hidup al-Khazini tak banyak terekam dalam buku-buku sejarah.


Masih banyak sekali ilmuwan Islam masa silam yang ilmunya bermanfaat hingga kini yang tidak bisa kami tuliskan di sini. Jika ingin mengetahui lebih dalam silakan merujuk ke buku Menggali Nalar Saintifik Peradaban Islam karya Dr. Husain Heriyanto.