Takwa dan Pengaruhnya Terhadap Produktifitas


“Sesungguhnya takwa kepada Allah adalah kunci petunjuk, bekal bagi dunia dan akhirat, kemerdekaan dari perbudakan dan pembebasan dari segala kehancuran. Dengan pertolongannya si pencari berhasil, dan orang yang berusaha mencari keselamatan diri akan terlepas dan mencapai tujuannya.” (Sayidina Ali ra)


Bulan Ramadan telah kita lewati, bulan yang di dalamnya kita berpuasa dengan tujuan membentuk karakter sebagaimana orang-orang beriman dan bertakwa. Bertakwa adalah senantiasa berusaha untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala yang dilarang oleh-Nya.


Di antara karakter orang bertakwa adalah senantiasa memohon ampunan Allah. Artinya orang yang takwa adalah orang yang selalu membiasakan dirinya memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahannya. Seorang yang bertakwa akan dengan segera melakukan segala perbuatan baik tanpa menunda-nundanya, seperti melaksanakan salat di awal waktu, mengerjakan segala yang ma’ruf, ketika diberikan rizki yang lapang maka ia suka menafkahkan sebagian rizkinya, dan dalam kehidupan bermasyarakat ia bersikap lemah lembut dan ramah.


Sayidina Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Ketakwaan adalah induknya akhlak.”


Dalam riwayat lain Sayidina Ali ra juga berkata, “Sesungguhnya ketakwaan adalah paling utamanya simpanan, paling terjaganya penjagaan dan paling mulianya kemuliaan. Di dalamnya terdapat keselamatan semua orang yang lari, penemuan bagi setiap yang mencari dan kemenangan bagi setiap yang menaklukkan.”


Dengan takwa seseorang akan menjadi manusia yang produktif, di mana pun keberadaanya ia akan dicintai banyak orang. Orang bertakwa senantiasa mendahulukan kebenaran yang disertai maslahat bagi masyarakat.


Rasulullah saw bersabda, “Satu keuntungan bagi yang mewajibkannya (atas dirinya), maka dunia dan akhirat akan taat kepadanya, dan mendapatkan kemenangan dengan surga.”

Sahabat bertanya, “Apakah itu, ya Rasulullah?”


Beliau saw bersabda, “Takwa! Barangsiapa yang ingin menjadi paling mulianya manusia, maka bertakwalah kepada Allah Swt.”


Kemudian beliau saw pun membacakan ayat Alquran: “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. at-Talaq: 2 - 3)