Berbuat Baik untuk Meraih Kesempurnaan

Diperbarui: 7 Des 2021



Allah ﷻ menjelaskan dalam Alquran bahwa nasib akhir manusia sangat bergantung dengan amal perbuatannya. Akhir yang bahagia atau akhir yang sengsara ditentukan oleh sepak terjang dan tingkah laku mereka di dunia ini. Islam memerintahkan kepada umatnya agar terus berbuat baik untuk menuju kesempurnaan seorang hamba. Alquran sebagai kitab suci yang diturunkan Allah kepada kita banyak memberikan pesan untuk kita dapat meraih kesempurnaan tersebut. Berikut beberapa poin yang patut kita renungkan:


1. Semua usaha manusia tidak akan menguap sia-sia. Setiap perbuatan akan memberikan hasil yang akan dirasakan kelak.


Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Az-Zalzalah: 7-8)


Dan ingat, setiap perbuatan akan memberikan efek dan hasil. Dan semua hasilnya akan kembali kepada kita.


Baca juga: Islam, Agama yang Sempurna


2. Efek dari amal perbuatan akan berimbas kepada diri sendiri sebelum ke yang lain.


Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. (QS. Al-Isra: 7)


Kamu tidak diberi balasan, melainkan (sesuai) dengan apa yang telah kamu lakukan. (QS. Yunus)


Balasan yang dimaksud dalam ayat ini adalah efek dari amal perbuatan itu sendiri, atau bisa juga yang dimaksud adalah kumpulan dari buah perbuatan kita.


3. Keberhasilan dan kesuksesan tidak akan diraih tanpa usaha dan upaya keras dengan tekad yang sungguh-sungguh.


Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabut: 69)


4. Tidak ada sebab lain bagi kesuksesan dan kebahagiaan kecuali dengan usaha dari diri sendiri. Perbuatan orang lain tidak akan berarti banyak bagi kesuksesan kita.


Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. (QS. Fushilat: 46)


Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain. (QS. Al-Isra: 15)


Dari semua ayat diatas, Alquran ingin menyadarkan kita bahwa tidak ada jalan untuk meraih kesempurnaan, kebahagiaan dan kesuksesan kecuali dengan kerja keras dan beramal.


Baca juga; Penyakit yang Merusak Pahala Amal Ibadah


Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya. Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (QS. An-Najm: 39-40)


Yang paling menentukan adalah amal perbuatan kita, namun kita juga selalu mengharapkan syafaat dan ampunan dari Allah swt.


Kita juga tidak bisa berharap total dari amal perbuatan yang masih compang-camping ini. Amal yang terkadang masih bercampur dengan riya, kurang ikhlas dan penyakit-penyakit lain yang bisa menghanguskan amal kebaikan. Karenanya kita harus selalu memohon kepada Allah agar menerima amal perbuatan yang sedikit dan jauh dari kata sempurna ini.


Semoga Allah kita semua mendapatkan syafaat Rasulullah ﷺ dan ampunan dari Allah ﷻ.


Dana Mustadhafin

#pedulidanTerpercaya