Cara Mengobati dan Menangani Anak yang Nakal



Pada pembahasan sebelumnya telah dipaparkan tentang faktor-faktor penyebab kenakalan anak, kali ini akan dibahas tentang cara mengobati dan menangani anak yang nakal. Masih berdasar dari buku Keluarga dan Anak Bermasalah karya Prof. Ali Qaimi.

Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mencegah terjadinya kenakalan anak yang dilakukan secara sengaja dan sadar. Sehingga tidak sampai menjadi kebiasaan buruk yang akan menimbulkan kemerosotan akhlak serta menggelapkan masa depan sang anak dan orang-orang di sekitarnya. Sehubungan dengan itu, terdapat sejumlah langkah perbaikan yang perlu ditempuh. Berikut di antaranya:


1. Menyingkapkan penyebab dan jenisnya


Menyingkapkan penyebab dan jenis kenakalan merupakan langkah pertama dalam proses pengobatan. Dalam hal ini, harus ditelaah terlebih dulu, apakah kenakalan anak muncul dari proses pertumbuhannya atau berasal dari gangguan dan penyakit tertentu. Apakah disebabkan pendidikan yang salah kaprah dan pengajaran yang buruk. Yang jelas, penyebab kenakalan harus diketahui terlebih dahulu. Demikian pula dengan jenis kenakalan sang anak; apakah kenakalan dilakukan dengan disengaja atau tidak, sadar atau tidak sadar.


2. Menghilangkan gejala-gejala


Apabila kenakalan seorang anak sudah menjadi kebiasaan, maka cara menanganinya adalah dengan menentang kebiasaan tersebut. Tujuannya adalah menghilangkan senjata sang anak yang telah digunakannya selama ini untuk memenuhi keinginannya atau menjadi sarana keburukan akhlaknya.


3. Memberikan peringatan dan pemahaman


Dalam sejumlah keadaan, kita harus memberi pengertian kepadanya dengan bahasa anak-anak bahwa tindakannya itu tidak baik dan berdampak buruk baginya. Katakan kepadanya bahwa untuk mendapatkan sesuatu, ia tidak pantas menangis atau memaksa. Apabila sang anak sudah besar, kita harus menjelaskan kepadanya dengan cara berdialog yang logis. Kita harus memberikan pengertian kepadanya bahwa keinginannya itu berada di luar batas kemampuan orang tuanya. Seraya itu, kita juga dapat mengatakan kepadanya bahwa kalau orang tua mampu pasti akan memenuhi kebutuhannya.


4. Memenuhi kebutuhan pokok


Seorang anak memiliki banyak kebutuhan. Namun, terdapat dua jenis kebutuhan yang jauh lebih penting dari semua kebutuhan lainnya. Pertama, kebutuhan perut, seperti air, makanan, dan sejenisnya. Kedua, kebutuhan perasaan (kejiwaan), seperti kasih sayang, perhatian, dan cinta. Kebutuhan kedua ini jauh lebih penting dari kebutuhan pertama. Kedua orang tua harus lebih banyak mencurahkan perhatiannya demi memenuhi kedua kebutuhan pokok sang anak tersebut. Berapa banyak anak yang berbuat nakal, bahkan berbuat jahat, lantaran kekurangan kasih sayang.


5. Memandang kondisi


Sebagian orang tua berusaha memenuhi kebutuhan harian anak­anaknya. Namun, sesungguhnya mereka tidak memperhatikan kondisi anak-anaknya itu. Mereka tidak memahami batas kesabaran dan kemampuannya dalam menanggung suatu beban. Atau, sering memaksa anak-anaknya berbuat sebagaimana yang mereka inginkan. Dalam hal ini, anak-anak mereka diperlakukan sama dengan orang dewasa. Kita tentu harus memandang kondisi, batas kemampuan nalar dan pemahaman, serta kekuatan dan ketahanan fisik sang anak. Dengan demikian, kita niscaya akan mengetahui, kapan sang anak boleh atau tidak boleh menangis dan berbuat nakal.


6. Menceritakan tokoh idola


Dalam upaya memperbaiki kenakalan sang anak, orang tua sesekali bisa menceritakan kepadanya tokoh idola dari sebuah cerita. Dengannya, sang anak dapat mengambil contoh (teladan). Dalam hal ini, Anda dapat meminta sang anak untuk meniru perilaku budiman dari sang tokoh yang telah Anda ceritakan itu.


7. Tidak mempedulikan sikap anak


Seyogianya orang tua tidak memedulikan kenakalan sang anak; biarkanlah ia berbuat; keluarlah dari ruangannya; dan janganlah memaksakan kehendak Anda. Dalam hal ini, Anda tak perlu buru­buru menyikapi perbuatan anak Anda itu. Mungkin saja di waktu makan siang atau makan malam, sang anak tidak mau makan. Maka sikap Anda yang terbaik adalah tidak memedulikannya dan membuang perasaan marah dan jengkel dari hati Anda. Anda harus tetap tenang. Sebabnya, kenakalan sang anak tidak akan bertahan lama. Ketika lapar dan butuh makan, ia pasti akan menyantap makanannya. Jadi, yang terpenting adalah Anda harus berusaha mengendalikan diri dan menahan emosi.


8. Menampakkan perasaan tidak senang


Sesekali Anda perlu menjelaskan kepada sang anak bahwa Anda tidak menyukai tindakannya dan tidak menginginkannya berbuat begini atau begitu. Penjelasan tersebut bisa berupa ancaman, sekalipun akan menjadikan sang anak melakukan kegaduhan. Namun, biar begitu, Anda harus tetap mengendalikan diri. Dalam hal ini, Anda juga harus tetap menjaga kesadaran Anda bahwa ancaman tersebut pada dasarnya tidak dimaksudkan secara serius (di mana Anda benar-benar ingin mewujudkannya). Dengan kata lain, ancaman tersebut hanya dimaksudkan untuk menakut­nakuti sang anak agar mematuhi perintah Anda. Namun, jangan sampai ancaman itu menjadikan sang anak ketakutan dan mengganggu keseimbangan jiwa serta perasaannya.


9. Peringatan terakhir


Pada akhirnya, Anda harus memberitahukan kepada sang anak bahwa cara-cara (kenakalan) yang ditempuhnya itu tidak akan bisa menjadikan dirinya mencapai tujuannya; selama sang anak tidak bersikap tenang, niscaya keinginannya tidak akan pernah tercapai; dan jika menangis, ia tak akan memperoleh apa pun.


Peringatan dan Saran


Terdapat beberapa saran dan peringatan yang harus diperhatikan para orang tua dan pendidik dalam upayanya membenahi kenakalan anak-anak. Adakalanya kenakalan seorang anak sulit diperbaiki dengan menggunakan metode atau langkah-langkah yang telah dijelaskan sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, kita harus menelaah kembali segenap sebab-musababnya. Jelas sekali bahwa persoalan kenakalan sang anak itu jauh lebih kompleks dari apa yang kita duga sebelumnya.

  1. Ancaman digunakan sebagai senjata pamungkas, sehingga wibawa ancaman tidak sampai hilang (di mata sang anak).

  2. Ketika sang anak sudah tenang, hendaknya para orang tua memeluknya dan membersihkan air matanya.

  3. Apabila seorang anak melakukan kenakalan, Anda jangan sampai bertindak kasar terhadapnya. Sebab, sikap Anda itu akan menambah sulit persoalan dan beban dirinya.

  4. Dalam memperbaiki dan mengobati kenakalan anak, kita harus mengetahui bahwa sang anak akan meninggalkan kenakalannya secara bertahap, bukan dengan seketika.

  5. Sewaktu sang anak berbuat nakal di waktu makan, janganlah Anda membuatnya menangis. Seusai makan, ajaklah ia berbicara dengan lembut.

  6. Sewaktu Anda terpaksa harus memenuhi keinginannya, hendaklah Anda meminta janji darinya dan mengingatkan bahwa itu untuk yang terakhir kalinya.

  7. Memarahi sang anak dapat berpengaruh positif bagi upaya memperbaiki kenakalannya. Namun kemarahan yang berlebihan akan menjadikan kenakalan sang anak kian menjadi­jadi dan sifat keras kepalanya akan semakin kuat.

  8. Sikap memaksakan kehendak orang tua terhadap anaknya, selamanya tidak akan membuahkan hasil.

  9. Janganlah Anda mencaci maki sang anak dengan kata-kata kotor atau julukan-julukan yang tak pantas. Sebabnya, makian Anda akan kian mengobarkan kemarahan sang anak.

  10. Janganlah Anda berpikir bahwa kenakalan sang anak sebagai sikap menentang Anda.