Kematian adalah Sahabat Manusia, Peluang Menuju Kebahagiaan Hakiki



"Orang-orang yang para malaikat mematikan mereka dalam keadaan baik, berkata: Salam atas kamu, masuklah ke taman(surga), karena apa yang telah kamu kerjakan," (QS. an-Nahl: 32)


Karena tidak bisa dipungkiri semua manusia pasti akan mati, maka yang menjadi harapan adalah bagaimana kelak kehidupan setelah kematian? Apakah ditempatkan di surga?


Sebenarnya Islam telah menjelaskan secara terperinci soal kehidupan setelah mati ini, hanya saja karena manusia kadang berpikir empiris sehingga masih bingung memahami hal ini. Atau ada hijab yang menghalangi pemahaman Qurani yang sangat jelas itu.


Baca juga: Dana Mustadhafin Sediakan Layanan Pemulasaraan Jenazah secara Gratis


Melirik ayat di atas, tentu saja menjadi harapan kita semua bahwa saudara-saudari kita yang telah mendahului, semoga dalam keadaan baik di alam sana hingga mendapatkan ucapan "Salam atas kamu, masuklah ke taman(surga)" Amin.


Dan sejatinya, kematian di dunia ini adalah sahabat manusia, ia akan datang tiba-tiba tanpa kita bisa rencanakan. Orang-orang beriman justru sangat menyayangi kematian, hanya saja orang-orang beriman menyerahkan segalanya hanya kepada Allah SWT bagaimana dan cara apa ia akan meninggalkan dunia ini.


Dan pada hari minggu ini, tiba-tiba banyak yang kaget atas kepergian salah seorang sahabat kita, Bapak Sayed Haidar. Umur beliau bisa dibilang masih muda dan juga praktisi beladiri Aikido. Beliau dikabarkan meninggal pada hari Ahad 17 Oktober 2021 Pukul 10.00 WIB. Hanya ucapan belasungkawa yang muncul disertai kesedihan mendalam, Innalillahi wainnailahi rajiun. Semoga keluarga yang ditinggalkan semakin diberi kesabaran yang begitu kuat. Amin.


Baca juga: Dana Mustadhafin Kembali Adakan Pelatihan Pengurusan Jenazah


Jenazah beliau sempat disemayamkan di Hauzah jalan Inerbang Kramat Jati, Jakarta Timur, dan waktu pemakaman beliau dilakukan pada hari senin, dan dimakamkan di TPU Muhdhor Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Hanya doa yang bisa kita lantunkan untuk beliau, dan harapan kita semoga almarhum mendapatkan syafaat Rasulullah dan Ahlul Bait Nabi yang suci. Ilahi Amin.


Bukan hanya almarhum Sayed Haidar yang lebih dulu meninggalkan kita, namun pada hari minggu itu juga almarhum Bapak Daday Hidayat juga pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Umur beliau sudah 60 tahun. Rumah duka berada di jalan Pakis Jaya Sawangan, dan dimakamkan juga di pemakaman Muhdhor Cimanggis, Depok, Jawa Barat.


Sesungguhnya kematian adalah sebagai peluang untuk berjumpa dengan Yang Mahakuasa, tidak boleh membencinya apalagi dianggap sebagai kejahatan, ada banyak pelajaran sangat penting bagi kita. Bahkan tak lama lagi almarhum akan dibawa ke hadapan Nabi saw dan Ahlulbait as, dan bertemu dengan para sahabatnya dan saudara-saudaranya seiman dalam kebahagiaan yang hakiki dan kekal. Amin yaa rabbal alamin. Shalawat wa alfatiha.


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya