Kisah Hikmah: Akibat Lalai Terhadap Allah Swt


Pada salah satu peperangan, kaum Muslim keluar bersama Rasulullah saw untuk berperang. Hanya ada beberapa orang di antara mereka yang tinggal di Madinah untuk merawat orang-orang sakit dan menjaga keluarga para mujahidin. Salah seorang yang menetap di Madinah pergi ke salah satu rumah. Kemudian ia mengetuk pintu. Tiba-tiba, seorang wanita membukakan pintu dan pandangan laki-laki itu tertuju kepadanya. Pada saat itu, laki-laki itu terjebak dalam perangkap setan. Bisikan hawa nafsu mulai menggodanya.


Wanita Mukminah itu gemetar dan berteriak: "Api, api, api."


Kata-kata tersebut menciptakan satu pengaruh yang begitu dahsyat, laksana petir dan bagaikan kembang api yang dilemparkan ke dalam kolam minyak. Laki-laki itu pun seolah terbakar. Namun ia segera jalan dengan tidak menghiraukan apa pun. Ia pergi ke padang pasir, sambil berteriak secara histeris: "Api, api, api."


Baca juga Kisah Seorang Lelaki dari Surga


Ketika Rasulullah saw kembali ke Madinah setelah menjalani peperangan, turunlah ayat at-Taubah yang memberitahukan bahwa tobat laki-laki itu diterima oleh Allah. Lalu Rasulullah saw memerintahkan untuk mengembalikan laki-laki itu ke Madinah. Ia pun kembali ke Madinah sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Rasul saw. Ketika ia tiba, kaum Muslim salat di masjid.


Ia menyembunyikan dirinya di antara shaf karena rasa malu dan agar tidak dilihat secara langsung oleh Rasul saw. Usai salat, Rasulullah berdiri untuk menyampaikan pidato dan beliau membaca surah at-Takatsur, “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Hingga kamu memasuki kubur.”


Kemudian beliau saw memberikan nasihat dan mengingatkan sahabat akan bahaya dunia dan tipu dayanya, serta bahaya hawa nafsu. Beliau saw juga mengingatkan mereka tentang kematian dan Hari Akhir, serta kelalaian dari hal itu yang menyebabkan manusia masuk dalam neraka. Di sana mereka akan ditanya tentang kenikmatan. Kenikmatan al-wilayah (kepemimpinan) yang diberikan kepadamu, tetapi kamu tidak memanfaatkannya secara baik dan kamu malah diseret oleh kelalaian menuju Jahanam. Kenikmatan akal yang Allah Swt karuniakan kepadamu, namun kamu tidak menggunakannya secara benar. Dan neraka menunggumu.


Baca juga Kisah Seorang yang Dicoba dengan Hartanya


Mendengar pidato dan nasihat Rasul saw yang sangat menyentuh itu, laki-laki itu roboh dan tidak sadarkan diri. Tatkala kaum Muslim mengangkat tubuhnya, mereka mendapatinya telah meninggal. Ya, karena kemaksiatan yang secara lahir tampak kecil, lelaki itu wafat dalam keadaan sedih. Apabila orang-orang mukmin dan para mujahidin, bahkan semua orang merenungkan firman-Nya, "Dan katakanlah: ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu [QS. at-Taubah: 105].’” dan mereka benar-benar memperhatikannya dengan naluri mereka, niscaya mereka tidak akan melakukan maksiat, baik yang kecil maupun yang besar, baik dalam kesepian atau di hadapan manusia.


Jika Anda memandang wanita yang bukan mahram, maka ketahuilah bahwa Imam Mahdi a.s. mengetahui dengan pasti, apakah pandangan ini dibarengi dengan syahwat atau tidak. Ketahuilah bahwa Imam Mahdi selalu bersama kalian. Beliau hadir dan menyaksikan seluruh perbuatan kalian. Beliau mengetahui niat-niat yang terpendam dalam hati dan apa saja yang terlintas dalam diri kalian. Jadilah kalian benar-benar yakin dengan hakikat ini. Keimanan dengan hakikat ini akan mencegah kalian dari kemaksiatan apa pun. Di mana pun kalian berada, maka ketahuilah dengan yakin bahwa Allah Swt dan Imam Mahdi as selalu bersama kalian. Tidak ada sesuatu pun yang lewat dari pantauan Allah SWT dan wali-Nya (Imam Mahdi). Maka, janganlah pernah melalaikan Allah Swt dan wali-Nya sekejap mata pun.


*Dikutip dari buku Menelusuri Makna Jihad – Husain Mazahiri