Mendidik Anak di Masa Tujuh Tahun Kedua


Dalam tujuh tahun kedua dari kehidupan seorang anak, perubahan-perubahan mulai terlihat di dalam dirinya. Tubuhnya lambat laun mulai membesar dan bisa dikatakan telah memiliki fisik yang kuat. Akalnya pun mulai berkembang. Pemahamannya terhadap segala sesuatu bertambah dan pada batas-batas tertentu ia telah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dari sini, ia mulai bisa menerima perintah dan menjawab persoalan-persoalan yang mudah. Akan tetapi, karena akal anak-anak belum tumbuh secara sempurna, mereka belum bisa membedakan secara benar mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya.


Baca pembahasan sebelumnya Cara Mendidik Anak di Masa Tujuh Tahun Pertama


Pada masa inilah, menjadi kewajiban orang tua dan pendidik untuk memberi pendidikan, pengajaran, dan pengarahan kepada anak. Anak yang telah memasuki masa pra-remaja biasanya mulai mendengarkan dan menaati perintah orang tua dan pendidik. Masa ini dinamakan juga masa pendidikan, yakni ketika orang tua dan pendidik mulai memasukkan adab-adab dan ilmu pengetahuan untuk mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya.

Dengan masuknya anak pada masa ini, maka permulaan dari pendidikan resmi telah dimulai. Anak mulai mengenal sekolah, menerima pelajaran-pelajaran sekolah, memikul tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rumah yang diberikan oleh pihak sekolah, dan telah mempunyai tanggung jawab untuk melakukan hal-hal tertentu di dalam rumah.


Baca juga Faktor-faktor yang Membentuk Kepribadian Anak


Apabila anak yang pada masa kerajaannya (7 tahun pertama) secara alamiah mendapatkan kebebasan sehingga memiliki rasa percaya diri, maka, pada masa ini -ketika dia telah diharuskan untuk taat, ia telah memiliki keseimbangan mental dan psikologis yang telah siap pula untuk menerima tanggung jawab terhadap sesuatu yang sesuai dengan kemampuannya. Anak pada masa ini pun bersedia menjadi pendengar kata-kata dari orang tua dan pendidik untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak dari mereka.


Akan tetapi, setelah memasuki usia pra-remajanya, anak kadang merasakan bahwa dirinya belum mampu secara penuh untuk memahami informasi-informasi dan pengetahuan-pengetahuan baru yang diperolehnya. Bahkan, ia malah merasa membutuhkan kehadiran orang-orang di sisinya yang betul-betul dia percaya dan mempunyai perhatian kepadanya. Melalui mereka, dia bisa leluasa mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan dan persoalan­persoalan yang dia hadapi tanpa harus takut akan datangnya tanggapan negatif dari mereka.


Baca juga Pendidikan Anak dan Tahap-tahap Perkembangannya


Daya pikir anak pra-remaja tumbuh berkembang dan keinginan serta kebutuhan­kebutuhannya mulai masuk akal. Dengan adanya hal seperti itu, ia mulai siap diberi semangat untuk mandiri dalam mengerjakan percobaan-percobaan serta menelaah informasi dan pengetahuan yang diperolehnya. Tidak seharusnya, pada masa ini, kita melepaskan mereka secara bebas sesuai kemauan mereka. Pada masa inilah, mereka sudah harus berada di bawah pengawasan orang tua yang telah memiliki program yang teratur serta disiplin dalam keseharian mereka sehingga nantinya mereka akan terbiasa hidup dengan disiplin-disiplin yang diterapkan Pada masa ini, mereka sudah harus diberi pengenalan dan dorongan untuk mengerjakan amalan-amalan ibadah.


*Reza Farhadian - Menjadi Orang Tua Pendidik