Penyesalan Terbesar Manusia

Diperbarui: 7 Des 2021



Kehidupan di dunia ini tidaklah abadi, setelah manusia selesai dengan hidupnya di dunia, maka kemudian ia akan melalui alam kubur, dan alam-alam lain sampai nanti datang Hari Perhitungan. Hidup di dunia adalah ladang ujian untuk manusia menuju ke alam yang abadi, baik kemudahan ataupun kesukaran kesemuanya adalah cobaan. Ketika kita dapat melalui cobaan itu maka kita tergolong orang yang beruntung, namun ketika lalai dan terbuai karena dunia ini maka yang ada hanya penyesalan.


Dalam Alquran Allah berfirman: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami. (QS. al-Anbiya - 35)


Salah satu penyesalan terbesar manusia adalah tidak melakukan amal-amal baik di dunia. Ketika hidup ia melakukan segala cara untuk memuaskan hasratnya tanpa peduli bahwa apa yang dicapainya tidak dibawa ke alam yang abadi, yakni akhirat.


Baca juga: Tanda-tanda Orang yang Berakal dalam Pandangan Islam


Allah Swt berfirman: Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. (QS. Maryam: 39)


Digambarkan oleh Allah Swt bahwa di akhirat kelak banyak sekali manusia yang menyesali perbuatan yang telah dilakukan di dunia: Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah). (QS. az-Zumar: 56)


Dalam ayat lain Allah berfirman: Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya seraya berkata, “Aduhai kiranya (dahulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” (QS. al-Furqan: 27)


Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling besar penyesalannya pada Hari Kiamat adalah pribadi yang menjual akhiratnya dengan dunia orang lain.


Sayidina Ali ra berkata: “Sesungguhnya penyesalan terbesar pada Hari Kiamat adalah orang yang mencari harta bukan dalam ketaatan kepada Allah, kemudian hartanya diwarisi oleh pewarisnya yang membelanjakan hartanya dalam ketaatan kepada Allah Yang Mahasuci. Oleh karenanya, dia masuk surga lantaran kebaikannya itu. Adapun orang pertama (yang mencari harta bukan dalam ketaatan kepada Allah) bakal masuk neraka lantaran hartanya itu.”


Baca juga: Membentuk Keluarga Islami


Sayidina Ja'far Shadiq as berkata: “Sesungguhnya orang yang paling menyesal pada Hari Kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya, kemudian dia menentangnya dengan tindakan yang berlawanan dengan keadilan.


Maka sebelum semuanya terlambat mari kita terus meningkatkan ibadah yang telah disyariatkan oleh-Nya dan melakukan segala amal baik, seperti bersedekah dan membimbing anak-anak kita menjadi saleh/salehah. Karena selain amal-amal baik, juga terdapat amalan yang pahalanya terus mengalir meski kita telah tiada.


Dalam sabdanya Rasulullah berkata: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakan kepadanya."

Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya