Dunia dalam Pandangan Alquran



Allah Swt berfirman: ...Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka tidakkah kamu mengerti? (QS. al-Qashash: 60)


Alquran al-Karim menyebut dunia dan kehidupan dunia dengan berbagai ungkapan dan memperingatkan manusia supaya tidak lalai di hadapannya. Semua peringatan ini semata untuk mengontrol masyarakat pencinta dunia agar tetap sadar bahwa dirinya adalah hamba yang harus menyembah Tuhannya dan tidak terbuai oleh kehidupan semu dan sementara. Berikut di antara pandangan Alquran terhadap dunia:


Baca juga: Akhirat, Sebaik-baik Tempat Kembali

  • Dunia adalah permainan

...dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan main-main dan senda gurau belaka. (QS. al-An'am: 32).

  • Dunia adalah sesuatu yang sedikit dan bukan apa-apa

Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (QS. al-Taubah: 38)

  • Kehidupan dunia sumber kelalaian

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya. (QS. Ali Imran: 185)

  • Kehidupan dunia dibuat indah dalam pandangan orang-orang kafir

Dijadikan indah kehidupan dunia dalam pandangan orang-orang kafir. (QS. al-Baqarah: 212)

  • Harta dan anak adalah perhiasan dunia

Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia. (QS. al-Kahfi: 46)

  • Dunia adalah kuncup yang takkan mekar menjadi bunga bagi siapa pun

Sebagai bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. (QS. Thaha: 131)

  • Menjual akhirat dengan dunia

Mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat. (QS. al-Baqarah: 86).


Baca juga: Abu Mustafa: MENCARI MODAL AKHIRAT

  • Lebih rela dengan dunia yang fana dan terbatas

Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? (QS. al-Taubah: 38)

  • Lebih senang dengan dunia yang sedikit dan cepat berlalu

Mereka bergembira dengan kehidupan dunia, padahal kehidupan dunia hanyalah kesenangan (yang sedikit) dibanding kehidupan akhirat. (QS. ar-Ra'd: 26)

  • Lebih memilih dunia daripada akhirat

(Yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. (QS. Ibrahim: 3)

  • Lebih menunjukan pandangan kepada pemilik dunia

Jangan sekali-kali kau tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka [orang-orang kafir]. (QS. al-Hijr: 88)

  • Jangan hanya memikirkan dunia

....dan tidak menginginkan kecuali kehidupan dunia. (QS. an-Najm: 29)

  • Apakah pemuja dunia tidak tahu tempat mereka adalah neraka

...dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh nerakalah tempat tinggalnya. (QS. al-Nazi'at [79]: 38-39).


Yang dikritik ayat-ayat Alquran di atas adalah tentang perilaku manusia yang memuja dunia, menjual akhirat, lalai dan tidak memberikan hak-hak orang miskin. Tetapi jika seseorang mendatangi dunia dengan dasar keadilan, tidak melupakan kesempurnaan-kesempurnaan lain, tidak melalaikan akhirat, memberikan hak-hak orang miskin dan tidak melakukan kezaliman dalam menghasilkan dan membelanjakan dunia, maka harta dunia yang dimiliki menjadi karunia dan rahmat Ilahi.


*Disarikan dari buku Poin-poin Penting Alquran – Ayatullah Muhsin Qiraati


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya