Cara Benar Mencari Harta Dunia



"... maka bersikaplah tenang dalam mencari (dunia) dan gunakan cara yang baik untuk memperolehnya!"


Sesuai dengan tuntutan akal dan syariat mencari dunia adalah sebuah keharusan yang tak terelakkan. Kata hikmah di atas adalah berasal dari Sayidina Ali sang gerbang kota ilmu Nabi ﷺ yang menjelaskan tentang cara yang benar dalam mencari dunia agar para pencarinya dapat mencarinya dengan cara yang benar.


Ada sekelompok orang yang menerjang apa saja, baik yang halal mau pun yang haram demi meraih harta benda duniawi. Padahal sebagai seorang manusia seharusnya dia menempuh jalan yang mulia dan bermartabat dalam meraih beragam keinginannya agar nilai-nilai kemanusiaannya tidak terinjak-injak.


Hendaknya dia memerhatikan mana yang halal serta mana yang haram, agar kemuliaan insani dan islaminya tidak tergadaikan demi impian-impian duniawinya; hendaknya dia mencari dunia dengan cara yang benar dan mulia yang jauh dari kehinaan serta kerendahan perilaku.


Baca juga: Sedekah Memanjangkan Usia


Ketika kita mendapati diri tidak bisa berpaling dan menutup mata dari gemerlap dunia dan karena memang manusia tidak bisa berlepas diri secara total dari kebutuhan duniawinya, maka tempuhlah jalan yang benar dan mulia dalam mencarinya tanpa harus mengotori diri dengan perbuatan haram yang menghinakan, dan jangan sekali-kali kita menjual kemuliaan diri dengan dunia yang fana ini. Karena betapa banyak orang yang berusaha keras dan mati-matian dalam mencari dunia, namun alih-alih dia mendapatkan keuntungan justru menuai kerugian dan berakhir dengan hilangnya modal kerja.


Ada banyak pedagang yang mencari dunia dengan penuh kerakusan, tetapi mereka tidak sedikit pun mendapat keuntungan, bahkan seluruh modal kerjanya ikut habis terbuang dan mengalami kerugian yang besar. Karena tidak selalu mereka yang bekerja dengan penuh kerakusan sambil menghalalkan segala cara akan mendapatkan harta serta keuntungan yang lebih banyak.


Dan banyak juga orang yang bekerja secara santun dengan perhitungan yang matang, tanpa kecemasan dan ketergesa-gesaan, tanpa menjual kehormatan dan kemuliaan diri, sambil menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan etika insan, mereka berhasil meraih manfaat serta keuntungan yang sebesar-besarnya dari kehidupan dunia. Maka sungguh tidak benar, perkataan bahwa mereka yang mencari dunia dengan penuh ketenangan melalui jalan-jalan yang benar dan syarat kemuliaan, pasti akan merugi dan hidup kekurangan.


Oleh sebab itu, dalam mencari dunia, pilihlah jalan yang rasional, jalan yang dapat menjaga agama, kehormatan serta kemuliaan diri. Jangan hanya untuk mendapatkan harta dunia yang sangat tidak berarti, kemudian menginjak-injak agama, kehormatan serta kemuliaan diri.


Baca juga: 7 Sedekah yang Paling Utama


Sayidina Ali kembali berkata: Muliakanlah diri kita dari hal-hal yang hina dan jagalah kehormatan serta kemuliaan diri, serta jauhilah perbuatan haram, menjilat serta menjual harga diri demi kebutuhan-kebutuhan sesaat duniawi, karena agama, kehormatan serta kemuliaan diri yang telah dikorbankan, tak akan pernah tergantikan oleh harta benda duniawi yang tak berharga. Seorang mukmin harus pandai menjaga kehormatan serta kemuliaan dirinya. Ketika membutuhkan sesuatu, tidak mengutarakan serta membeberkan kebutuhannya kepada setiap orang. Betapa indah pujian Alquran kepada sekelompok orang yang berada dalam kebutuhan dan kesulitan ekonomi, namun begitu luar biasa mereka menjaga kemuliaan serta kehormatan diri sehingga masyarakat mengira mereka sebagai orang-orang kaya. Mereka sangat menjaga kemuliaan diri sehingga tidak pernah meminta-meminta dengan cara yang melanggar etika. Allah Swt mengabadikan mereka dalam sebuah ayat yang artinya:


(Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) dijalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (dijalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. al-Baqarah: 273)


Seorang mukmin sejati tidak akan pernah melakukan hal-hal yang menghinakan diri atau melakukan kejahatan demi meraih harta benda duniawi yang cepat berlalu. Sayidina Ali berkata: "Muliakanlah dirimu dari setiap perbuatan yang menghinakan, meskipun hal itu akan menghantarkan dirimu pada apa yang engkau inginkan; karena setiap (nilai agama dan harga diri) yang telah engkau pertaruhkan tak akan pernah bisa digantikan."


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya