Kelahiran Nabi Isa as Sebagai Mukjizat




Dan keselamatan atasku (Nabi Isa as) pada hari aku dilahirkan, pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (QS. Maryam: 33)


Nabi Isa adalah termasuk dari 25 nabi yang wajib diimani oleh setiap muslim dan sekaligus rasul yang masuk ke dalam golongan Ulul Azmi. Beliau adalah putra dari Sayyidah Maryam binti Imran, satu-satunya nama perempuan yang dijadikan nama surat di dalam Alquran. Kelahiran Nabi Isa as adalah mukjizat, ruhnya ditiupkan langsung oleh Allah Swt sehingga Nabi Isa as lahir tanpa seorang ayah.


Ketika baru terlahir ke dunia Nabi Isa langsung dapat berbicara kepada kaumnya, dengan mukjizat ini beliau menyakinkan umatnya akan kebesaran Allah dan membersihkan nama ibunya atas fitnah keji dari masyarakat Bani Israil. Peristiwa ini tertuang dalam Alquran: 


Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar." (QS Maryam: 27)


Baca juga: Kisah Hikmah: Hamba yang Paling Dekat dengan Allah


Maka Maryam menunjuk kepada anaknya, mereka berkata: "Bagaimana Kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"


Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka." (QS. Maryam: 29-32)


Nabi Isa as hidup di tengah masyarakat Bani Israil, yang terlena akan kenikmatan dari kemaksiatan yang mereka lakukan. Mukjizat yang Allah turunkan melalui Nabi Isa sangat banyak, tetapi umatnya kala itu karena saking bebalnya malah melawan kebenaran yang beliau sampaikan. Diantara banyak mukjizatnya atas izin Allah adalah; membuat burung dari tanah, menghidupkan orang yang sudah meninggal, menyembuhkan orang sakit dan buta, dan menurunkan makanan dari langit.


Baca juga: Puasa Para Nabi


Mukjizat paling fenomenalnya sebagaimana dikisahkan sebelumnya di atas adalah kelahirannya. Tetapi atas mukjizat ini apakah dapat diterima oleh akal manusia, bagaimana cara menjelaskan secara sains?


Menurut Dr. Alexis Carrel, seorang ahli biologi asal Perancis menjelaskan bahwa sebenarnya sains modern pun tak bisa menafikan begitu saja kemungkinan terjadinya masalah ini. Malahan sebaliknya. Ia dapat menjelaskan kemungkinan terjadinya masalah ini, khususnya masalah virginitas yang terlihat di antara kebanyakan makhluk hidup. Dengan memperhatikan masalah koagulasi sperma, tidak terkhusus kepada manusia saja, masalah ini secara umum mungkin dibuktikan. Dengan demikian, boleh jadi sebuah faktor kimia atau fisika menggantikan sel baru. Namun, bagaimanapun wujudnya, faktor materi senantiasa bersifat niscaya adanya. Oleh karena itu, dalam pandangan sains, yang jelas di dalam proses melahirkan anak adalah adanya nutfah betina (ovum) dari pihak ibu. Kalau tidak, nutfah jantan (spermatozoa) merupakan faktor lain yang dapat menggantikan peran ovum tersebut.


Dengan alasan ini, masalah virginitas merupakan sebuah realitas yang dapat diterima oleh dunia biologi dewasa ini, betapa pun hal ini sangat jarang terjadi. Terlepas dari ini semua, hal itu terjadi di bawah hukum-hukum penciptaan dan kekuasaan Tuhan, yang mana ini mudah bagi-Nya sebagaimana Alquran berfirman: Sesungguhnya perumpamaan [penciptaan] Isa di sisi Allah adalah ibarat [penciptaan] Adam. Allah menciptakan Adam dari Tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, “Jadilah [seorang manusia]! Maka, jadilah ia.” (QS. Ali Imran: 59)


Namun di atas itu semua yang terbesar adalah akhlak dan ajaran yang dibawanya. Beliau adalah sosok yang sangat zuhud, qanaah. dan tidak cinta dunia, diriwayatkan Nabi Isa as berkata: “Pembantuku adalah tanganku, kendaraanku adalah kedua kakiku, kasurku adalah tanah, bantalku adalah batu, penghangat musim semiku adalah sinar mentari, pelita malamku adalah (cahaya) rembulan, lauk-paukku adalah rasa lapar dan takut (kepada Allah), pakaianku adalah wol, buah-buahanku adalah apa yang ditumbuhkan oleh bumi bagi binatang buas dan ternak dimana aku hidup dengan tanpa memiliki sesuatu pun, aku bangun pagi dengan tanpa memiliki apa-apa dan tiada yang ada di atas muka bumi ini yang lebih kaya daripada aku.


Lalu apakah ajarannya masih relevan untuk diikuti hingga kini?


Dalam Islam, setiap ajaran yang pernah ada hanya diperuntukkan untuk masa dan zamannya. Pada masanya ia merupakan ajaran yang sempurna dan lengkap, dan mustahil ajaran yang cacat turun dari sisi Allah Swt. Barangkali untuk masa-masa berikutnya, ajaran itu sudah tidak utuh dan memadai, sebagaimana satu program lengkap dan sempurna untuk pendidikan tingkatan SD tidak sesuai dengan pendidikan tingkat SMP. Karena itu, rahasia pengutusan para nabi dengan kitab samawi yang beragam, termasuk Nabi saw dan ajaran pamungkas juga demikian adanya. Dan Nabi Isa pun sudah berwasiat bahwa setelahnya akan muncul seorang nabi terakhir sebagai penyempurna hujjah Tuhan, ini diabadikan dalam Alquran:


Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata, “Wahai Bani Israil! Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. As-Saff: 6)


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya