Metode Pembentukan Akhlak pada Anak



Terdapat poin penting yang harus diperhatikan dalam masalah pembentukan akhlak anak. Yakni, tidak mungkin akhlak dapat terbentuk dengan sendirinya; haruslah ada upaya untuk membentuknya. Apabila telah terbentuk, maka itu harus segera diikat agar tidak menjadi lepas dan hilang. Menurut Dr. Ali Qaimi Terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi pembentukannya, sebagaimana juga mempengaruhi penjagaannya agar tidak hancur.


Baca juga Anak dan Kebutuhannya Terhadap Agama


Seluruhnya dapat kita rangkum sebagai berikut:


Motivasi

Setiap anak memiliki keinginan untuk menjadi orang yang baik dan bersih. Ini merupakan peluang besar lantaran kecenderungan ini ada pada setiap manusia semenjak dilahirkan.

Ya, Allah Swt telah memberikannya sebagai fitrah bagi setiap manusia, yang mengajaknya untuk berbuat bajik dan ikhlas. Karena itu orang tua harus benar-benar meyakini bahwa keikhlasan dan kebajikan dapat dilakukan dengan sempurna adalah hal yang mungkin.


Figur teladan

Keinginan anak dapat terealisasi apabila ia melihat figur teladan, yang menarik perhatiannya. Kedua orang tua dan guru harus membangun akhlaknya sendiri untuk memotivasi anak agar mau mengikutinya. Ya, semakin anak merasa kagum, maka semakin besar pula keinginannya untuk meneladani. Memang, anak yang masih kecil tidak memiliki pemahaman tentang akhlak, tetapi mereka mengulang-ulang apa yang mereka lihat dan apa yang mereka dengar. Pengulangan inilah yang membangunkan kecenderungan fitriahnya.


Baca juga Cara Mendidik Hati Nurani Anak


Pengulangan

Tatkala anak haus akan perilaku bajik, maka ia akan berusaha mengulanginya dan mencari sarana yang dapat mewujudkan keinginan tersebut. Dalam keadaan seperti ini adalah tepat sekali apabila orang tua memerintahkan anaknya untuk melakukan sebagian pekerjaan bajik yang disukainya. Apalagi kalau perintah itu disertai dengan motivasi dan tutur kata yang lembut.


Tak dapat diingkari bahwa perilaku semacam ini memberikan berbagai macam manfaat. Di antaranya, anak akan merasa senang dan keinginannya akan muncul, terutama untuk melakukan perbuatan bajik tersebut.