Penyebab Berubahnya Takdir Manusia


Takdir adalah istilah yang merujuk keputusan Allah yang telah tertulis di lauh mahfudz sejak sebelum dunia tercipta. Allah Swt menyinggung hal ini dalam banyak ayat, misalnya:

Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. Al-Hadid: 22)


Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar, semuanya (tertulis) dalam Kitab yang jelas (lauh mahfuzh). (QS. Saba’: 3).


Baca juga: Rahasia Kematian dalam Kehidupan


Namun, takdir yang telah ditetapkan juga dapat diubah dengan usaha manusia, Allah Swt berfirman: Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah diberikan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Anfal: 53)


Selain itu usaha yang dilakukan manusia, doa dari seorang mukmin juga dapat megubah takdir buruk seseorang, dan tentu keduanya harus beriringan (usaha dan doa). Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Doa akan memberikan manfaat terhadap apa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian semua berdoa, wahai hamba-hamba Allah".


"Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa. Tidak ada yang bisa menambah usia kecuali kebajikan. Sungguh, seseorang benar-benar akan terhalang dari rizkinya karena dosa yang ia kerjakan".


Baca juga: Mengantar Sang Sutradara ke Pembaringan Terakhir

Dalam banyak hadis dikatakan, faktor-faktor seperti zalim dan dosa termasuk sebab yang dapat mengubah nikmat Allah. Sebaliknya, bertobat dari dosa, kembali dari penyimpangan dan berjalan di jalur yang benar, termasuk faktor yang menyebabkan mengalirnya berbagai macam nikmat Allah Swt.


Dosa dan perbuatan zalim akan menjauhkan manusia dari kelayakan memperoleh kasih sayang Allah. Sebagaimana yang diisyaratkan Sayidina Ali dalam doa Kumail: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana. Ya Allah, ampunilah dosa dosaku yang merusak karunia.”


Sayidina Ja'far Shadiq berkata: “Berlindunglah kepada Allah dari berbagai kesulitan siang dan malam yang membawamu kepada perbuatan dosa.”


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya