Bercerita, Metode Mendidik Anak yang Efektif dan Menyenangkan


Bercerita atau mendongeng adalah aktivitas pendidikan yang dilakukan oleh siapa saja dan dari bangsa serta agama mana saja. Kelompok yang paling suka mendengarkan cerita adalah anak-anak. Dapat kita bisa saksikan sendiri bagaimana cerianya anak-anak ketika mendengarkan dongeng dan mereka selalu mengharapkan orangtuanya meluangkan waktu untuk menceritakan dongeng kepada mereka. Karena dongeng adalah hiburan bagi anak-anak sekaligus juga sarana untuk membangun karakternya. Cerita-cerita dongeng itu sangat hidup di dalam batin mereka. Mendongeng sebetulnya mirip dengan memberikan contoh nyata dalam imajinasi anak.


Islam memberikan tempat tersendiri bagi ragam kisah. Sebagian besar ayat-ayat Alquran berbicara secara fasih tentang hikayat-hikayat klasik perjuangan nabi-nabi dalam memberikan pencerahan spiritual kepada bangsa dan masyarakatnya, usaha keras nabi-nabi dalam membendung aktivitas kaum kafir, melawan kaum aristokrat dan tiran-tiran di seluruh fase kehidupan manusia.


Baca juga: Faktor-faktor yang Membentuk Kepribadian Anak


Alquran juga berbicara tentang nasib-nasib sial umat terdahulu yang membangkang kepada para nabi, seperti yang terlukis dengan baik dalam perjalanan Nabi Musa dan Fir'aun, Nabi Ibrahim dengan Raja Namrud, Nabi Nuh dengan perahunya, kisah Habil-Qabil, Kaum Ad, Tsamud, dan ratusan kisah yang terangkum dalam berbagai surah.


Alquran adalah kitab kisah sejarah terbesar, dalam sebuah ayat disebutkan: “Dan kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala kebenaran), nasihat dan peringatan bagi orang yang beriman.” (QS. Hud: 120)


Kisah-kisah di dalam Alquran tidak ada yang fiktif, semuanya mengandung pesan yang jelas baik dan berkaitan dengan urusan sosial, prinsip keselamatan dan politik. Target cerita Alquran juga semua orang, dan ini yang sangat menarik. Jadi bukan hanya khusus untuk anak-anak kecil saja. Semua kalangan bisa meminum lautan pesan dari Alquran.


Baca juga: Memahat Jiwa Anak Beraklaqul Karimah


Jadi, signifikansi aktivitas mendongeng harus terus dikembangkan, sebab mendongeng sangat positif bagi perkembangan jiwa seseorang. Meski dongeng adalah media yang efektif untuk mengembangkan diri si anak, tapi dongeng juga dapat mengikis dan merusak pikiran si anak. Karena itu orang tua harus selektif dalam memilih buku-buku cerita. Ada sebagian bacaan-bacaan yang sebenarnya tidak baik dan tidak ada manfaatnya bahkan bisa merusak anak-anak. Seorang ayah/ibu yang baik harus menyeleksi buku-buku dongeng untuk anak-anak mereka, jangan biarkan anak-anak terbiasa membaca buku-buku yang tidak sesuai dengan nilai dan budaya Islam.


Banyak sekali inspirasi yang bisa diambil dari Alquran dan hadis-hadis nabi, Islam memiliki begitu banyak khazanah kekayaan literatur cerita yang sangat melimpah dan tak terbatas. Perlu dingat, mendongeng itu hanyalah metode dan bukan tujuan. Jadi, nilai sebuah cerita itu terletak pada pesan. Semakin pesannya hebat maka nilai ceritanya juga akan terangkat.


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya