Kematian adalah Keberuntungan Orang-orang yang Baik



Bumi hanyalah persinggahan dan bukan tujuan, hukum kepastian dari Allah ini tak bisa ditolak atau pun mengubahnya. Manusia mau tidak mau pasti akan tunduk pada ketentuan ini. Karena itulah, Islam datang menjelaskan secara rinci persoalan ini, dan hidup setelah kematian serta apa yang harus dilakukan agar tidak merugi di alam akhirat.


Setiap yang hidup di bumi ini pasti menyusuri jalan menuju kematian, hanya persoalan waktu saja, satu per satu pun menuju kematian. Dan sesuai firman Allah swt: "Setiap orang yang ada disitu akan binasa, Tapi akan kekal selamanya Wajah Tuhanmu, Yang Maha Agung, Maha Mulia." (QS. ar-Rahman: 25-26.


Demikian pula almarhum Bapak Mahyon dikenal sebagai orang baik dan suka menolong selama masa hidupnya, dan akhirnya banyak yang mendoakan semoga almarhum mendapatkan khusnul khotima dengan segala kebaikan yang melekat kepada diri almarhum. Amin yaa rabbal alamin.


Baca juga: Pentingnya Pelatihan Pemulasaraan Jenazah sebagai Kesadaran Kewajiban Muslim


Usia beliau sudah mencapai 76 tahun, meninggal jam 08.00 WIB di rumah sakit Siloam. Tim Pemulasaran dan ambulance Dana Mustadhafin menjemput almarhum pada jam 10.30 WIB dan dibawa ke rumah duka di Mampang Prapatan. Dan akhirnya almarhum dimakamkan di tanah kusir.


Yang diperlukan almarhum saat ini adalah lantunan kiriman bacaan surah-surah dalam Quran seperti surah Yaasin atau pun doa-doa seperti dalam tahlilan, sebagaimana hadist berikut yang mengisyaratkan hal itu:


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ اْلأَنْصَارِيِّ، قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا إِلَى سَعْدِ بْنِ مُعَاذٍ حِينَ تُوُفِّيَ، قَالَ: فَلَمَّا صَلَّى عَلَيْهِ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَسُوِّيَ عَلَيْهِ، سَبَّحَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَسَبَّحْنَا طَوِيلاً، ثُمَّ كَبَّرَ فَكَبَّرْنَا، فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، لِمَ سَبَّحْتَ؟ ثُمَّ كَبَّرْتَ؟ قَالَ: " لَقَدْ تَضَايَقَ عَلَى هَذَا الْعَبْدِ الصَّالِحِ قَبْرُهُ حَتَّى فَرَّجَهُ اللهُ عَنْهُ "


Sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallaahu ‘anhu berkata: “Pada suatu hari kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuju Sa’ad bin Mu’adz ketika meninggal dunia. Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menshalatinya, ia diletakkan di dalam kubur, dan kemudian diratakan dengan tanah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca tasbih, dan kami membaca tasbih dalam waktu yang lama. Baginda membaca takbir dan kami membaca takbir pula. Kemudian baginda ditanya: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau membaca tasbih, kemudian membaca takbir?” Baginda menjawab: “Sungguh kuburan hamba Allah yang shaleh ini benar-benar menghimpitnya, (maka aku membacanya) sehingga Allah melepaskannya dari himpitan itu.


Semoga almarhum mendapatkan cahaya kebahagiaan di alam kubur, amin yaa rabbal alamin.


Baca juga: Dana Mustadhafin Bergerak Cepat dalam Pelayanan Jenazah


Hingga kini Yayasan Dana Mustadhafin telah memiliki banyak relawan yang siap sedia apabila dibutuhkan jasanya untuk pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani (termasuk penyediaan kain kafan), mensalati, bahkan sampai mengadakan tim majelis tahlil. Ini semua difasilitasi oleh Dana Mustadhafin tanpa pungutan biaya sepeser pun.


Apabila Anda ingin berpartisipasi dan mendukung program positif ini, dapat disalurkan melalui rekening BCA 375 302 4111 (dengan kode unik 016 di akhir nominal donasi). Misal Rp 100.016


Untuk menghubungi tim kami silakan kirim pesan atau panggilan telepon ke nomor 081385193714, relawan kami akan segera merespon dan menjalankan khidmatnya.


Dana Mustadhafin

#PedulidanTerpercaya