Tujuh Senjata Umat Nabi Muhammad


Diriwayatkan, pada suatu hari iblis berdiri di salah satu sudut Masjidil Haram. Ketika itu, Rasulullah ﷺ sibuk melakukan thawaf. Setelah selesai maka beliau melihat si iblis. Kemudian Rasul bertanya kepadanya: "Hai terkutuk, mengapa engkau kurus kering dan menderita?"


Iblis menjawab: "Umatmu telah membuat diriku menderita dan tersiksa."


"Apa yang dilakukan oleh umatku?," tanya Nabi ﷺ


"Wahai Rasulullah, ada beberapa amal terpuji mereka yang tak dapat kulenyapkan," jawab iblis.


"Amal apa yang telah membuatmu menderita?," tanya Nabi ﷺ


"Pertama, tatkala bertemu, mereka saling memberi salam, sedangkan salam salah satu nama Allah. (Dengan demikian siapa mengucapkan salam, Allah Swt akan menjauhkannya dari bencana. Barang siapa menjawab salam, Allah Swt akan mencurahkan rahmat atasnya)

Kedua, tatkala bertemu, mereka berjabatan tangan dan perbuatan ini memiliki pahala besar. Selama mereka belum melepas tangan, rahmat Allah Swt senantiasa meliputi mereka berdua.


Baca juga: Menggembirakan Saudara Mukmin.


Ketiga, tatkala hendak makan dan memulai pekerjaan, mereka membaca Basmalah. Bacaan itu menghalangiku menikmati makanan dan menjauhkanku dari perbuatannya.


Keempat, setiap kali berbicara, mereka mengucapkan insya Allah dan ridha akan ketetapan Allah sehingga aku tidak dapat merusakkan pekerjaan mereka.


Kelima, seharian aku berusaha mendorong mereka berbuat maksiat. Saat malam mereka bertaubat dan memohon ampun kepada Allah dan Allah pun mengampuninya. Itulah penyebab jerih payahku menjadi sia-sia.


Keenam, dan lebih dari semua itu, tatkala mendengar namamu disebut, mereka dengan lantang membaca salawat untukmu. Aku mengetahui seberapa besar pahala salawat. Karenanya, aku melarikan diri kecewa. Aku tidak mampu menyaksikan besarnya pahala yang mereka terima.


Baca juga: Perbuatan Baik Akan Membawa Keselamatan.


Ketujuh, tatkala melihat keluargamu, mereka menyayangi dan mencintainya dan ini merupakan sebaik-baik perbuatan."


Nabi Muhammad ﷺ menghadap kepada para sahabatnya seraya bersabda: "Barang siapa mengamalkan satu dari perbuatan ini, ia menjadi penghuni surga.